Tren Aplikasikan Foundation di Akhir Tahapan Makeup

Setelah menggunakan pelembap dan juga primer, biasanya para perempuan akan langsung mengaplikasikan foundation sebagai langkah awal dalam tahapan makeup. Urutan tersebut tentu saja sudah umum di berbagai kalangan, mulai dari pemula hingga yang sudah profesional. Tetapi, saat ini tengah ramai tren reverse foundation, di mana penggunaannya diletakkan pada akhir dari tahapan sesi complexion. Apakah tren tersebut akan diminati banyak penggemar makeup

Awal Mula Reverse Foundation

Meski bukan tergolong hal yang baru dan sempat dipraktikkan oleh banyak orang sebelumnya, istilah reverse foundation baru lahir saat beauty YouTuber Samantha Ravndahl mengobrol dengan temannya, Shaelinie. Ia sendiri adalah penggemar dari tampilan makeup yang sangat natural.

Dalam perbincangannya dengan Samantha, ia menyampaikan jika belakangan ini dirinya gemar mengaplikasikan riasan wajah secara terbalik alias reverse, di mana ia akan mengaplikasikan cream highlighter, cream contour, cream blush, dan concealer terlebih dahulu, kemudian melapisinya dengan foundation.

Samantha pun akhirnya mencoba teknik ini dan ia mengunggah hasilnya di channel YouTube miliknya. Permasalahan yang biasanya Samantha alami adalah hasil makeup yang terlihat cakey, serta warna bronzer dan blush yang terlalu intens.

Ternyata teknik reverse foundation ini berhasil menjawab permasalahan tersebut. Kekhawatiran Samantha akan blush, contour, serta higlighter-nya yang diduga tak akan terlihat pun tidak terbukti.

Tak hanya itu, wajahnya pun tetap terlihat berdimensi. Tentu dengan hasil yang lebih natural, dalam waktu singkat akhirnya video Samantha berhasil menginspirasi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: