SPAM Bandung Raya Suplai Air Bersih untuk 140 Ribu Warga

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menyelesaikan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Metropolitan Bandung Raya Wilayah Selatan Tahap I.

Kapasitas SPAM sebesar 700 liter per detik tersebut mampu menyediakan kebutuhan air bersih untuk sekitar 140 ribu warga Kota dan Kabupaten Bandung. 

Tetapi, potensi warga yang terlayani nantinya dapat bertambah besar lantaran untuk Tahap I baru digunakan 350 liter per detik untuk melayani kebutuhan air minum Kota Bandung sebesar 200 liter per detik bagi 16 ribu sambungan rumah (SR) atau sekitar 80 ribu jiwa.

Tak hanya itu, Kabupaten Bandung dengan kapasitas 150 liter per detik untuk 12 ribu SR atau sekitar 60 ribu jiwa. 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil apresiasi berbagai pihak terkait yang turut mendukung pembangunan SPAM Regional Metropolitan Bandung Raya.

Menurutnya, penyediaan SPAM  menggunakan teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) akan membuat pengolahan air bersih menjadi lebih efisien.

“SPAM ini menggunakan teknologi terbaru namanya SCADA, di mana pengolahannya tidak seperti yang dulu yakni outdoor, namun sekarang sudah indoor, computerized, dan otomatis,” ungkap dia dalam sebuah keterangan tertulis, pada Minggu (13/1/2019). 

Teknologi SCADA mempunyai keunggulan hemat energi. Pasalnya, sistem distribusi secara gravitasi dan adanya pengolahan dan daur ulang air buangan dari IPA, domestik dan air hujan. Terdapat ruang kontrol untuk memonitor seluruh instalasi air yang ada di Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: