Sosialisasi Beras Singkong Stagnan

Sejak tahun 2017, pengenalan diversifikasi pangan beras padi dengan beras singkong (rasi) yang digalakan Pemerintah Kota Cimahi masih stagnan. Akibatnya, popularitas rasi belum mampu menggeser ketergantungan masyarakat akan beras padi.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi Supend Heriyadi menyebutkan, bahwa masyarakat belum bisa menanggalkan budaya konsumsi nasi

“Masyarakat sudah terlalu mendarah daging, menganggap belum makan kalau belum nasi dari beras padi. Susah diubah,” ucapnya. Selasa, 25 Juni 2019.

Selasa, 25 Juni 2019, Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi telah menggelar Lomba Cipta Menu Rasa di selasar Gedung B kompleks Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah. Tujuannya yakni mencari potensi diversifikasi pangan yang idenya berasal dari masyarakat.

Pihaknya pun terus berupaya menyosialisasikan rasi kepada masyarakat meski perlahan agar program diversifikasi pangan bisa diterapkan.

“Kalau sekaligus pasti menolak. Memang secara tekstur dan rasa berbeda dibandingkan dengan nasi biasa. Tapi ini sumber pangan alternatif, bukan untuk dijadikan sumber pangan utama,” ujarnya.

Saat ini memang baru masyarakat Kampung Adat Cireundeu Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan yang menjadi pengonsumsi utama rasi, termasuk dengan olahan lain yang berbahan baku singkong.

“Kalau warga Cireundeu memang sejak pendahulunya sudah makan singkong, sampai menciptakan rasi. Mereka sudah biasa. Untuk kebutuhannya mereka menanam sendiri, dan kita bantu dengan alat olah lebih modern,” terangnya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: