Sopir Angkot Keluhkan Rekayasa Jalan Sukajadi

Sopir angkot yang kabarnya terkena dampak dari rekayasa kawasan Sukajadi-Setiabudhi-Cipaganti telah melakukan aksi mogok beroperasi, di Taman Bundaran Sukajadi, Jumat, 12 Juli 2019. Melalui musyawarah dengan Polrestabes dan Dinas Perhubungan Bandung, kumpulan sopir dari sejumlah trayek akhirnya menerima penerapan jalur baru sampai kepastian rute ditentukan pada akhir masa uji coba.

Sopir angkot menganggap rekayasa jalur telah mempersulit operasional angkot akibat sejumlah pengalihan rute. Pengemudi dihadapkan pada bertambahnya trayek yang harus bersaing mengangkut penumpang, terutama di Jalan Sukajadi.

“Kami enggak enak. Masa kita harus bertengkar setiap hari. Sopir angkot masih menjaga kondusifitas di jalur ini. Ini semua dari beda-beda trayek. Kami berkumpul biar tidak ada gesekan,” ucap Dede (45), sopir angkot trayek Sederhana-Buahbatu, di Jalan Sukajadi.

Setelah rekayasa diberlakukan, trayek angkot yang melintas Jalan Sukajadi bertambah dari 7 trayek menjadi 11 trayek. Dengan perubahan baru tersebut, kata Dede, rute yang harus ditempuh semakin jauh. Rute mobil yang biasanya mengarah ke sejumlah kantong penumpang diarahkan naik ke jalan layang Pasupati.

“Kalau kami lewat Balubur jadi nambah rute, biaya, sedangkan penumpang tidak ada. Kalau bisa dikembalikan lagi rutenya ke semula,” ungkapnya.

Kondisi yang serupa pun diialami Dedi (42), sopir angkot jurusan Kebon Kalapa-Sukajadi. Pengalihan rute yang diarahkan ke jalan layang Pasupati memunculkan pertemuan dengan trayek yang selama ini tidak bersinggungan.

“Jarak tempuh semakin jauh karena harus ke atas jalan layang. Pas turun jadi ketemu Caringin-Sadangserang, sama Cisitu-Tegallega,” ujarnya.

Tak hanya itu penumpang angkot juga ikut kesulitan. Neneng (46), warga Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kebingungan menentukan angkutan umum yang harus digunakan menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin.

Ia bisa dengan mudah mengakses gerbang RSHS sesaat turun dari Damri yang ia tumpangi dari Ledeng. Tetapi, kali ini ia turun di Cipaganti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: