Selongsong Ketupat Dijual Rp 1.500,00 di Majalaya

Di penghujung bulan suci Ramadan 1440 Hijriah, pada Senin 3 Juni 2019, para perajin ketupat terlihat marak di kawasan penjuru Kota Majalaya Kabupaten Bandung. Mereka memasarkan selongsong ketupat yang terbuat dari daun kelapa hijau maupun kuning.

Selongsong ketupat teraebut diibuat langsung oleh para perajin ketupat di tempat penjualan. Mereka terlihat sudah cukup ahli membuat dan merangkai selongsong ketupat hingga berbentuk bujur sangkar. Pasalnya, sebelumnya, para perajin tersebut sudah melewati proses pelatihan dalam bidang usaha musiman tersebut.

Mereka menjual selongsong ketupat untuk makanan pada hari H Lebaran, yang diperkirakan jatuh pada, Rabu 5 Juni 2019 itu sejak Senin pagi. Diperkirakan, memasarkan selongsong ketupat tersebut hingga Selasa 4 Juni 2019 besok.

“Kakak ipar saya, Mae (30), setiap tahun memanfaatkan momentum di penghujung bulan suci Ramadan ini untuk membuat bungkus ketupat dan langsung dipasarkan,” ucap Nani (32), adik ipar Mae kepada kepada wartawan Galamedia, Engkos Kosasi di sela-sela membuat bungkus ketupat dan melayani pembeli bungkus ketupat di Jalan Babakan Desa Majalaya, Senin siang.

Nani menyebutkan, belajar menjual bungkus adalah merupakan yang pertama pada bulan yang diagungkan Allah SWT ini. “Kalau kakak ipar saya setiap tahun menjual selongsong ketupat. Saya ingin merasakan dan ingin tahu bagaimana menjual bungkus ketupat, seperti yang dilakukan kakak ipar setiap tahunnya,” ungkap Nani, warga Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung.

Disinggung mengenai sudah berapa banyak selongsong ketupat yang terjual, ia mengaku tak menghitungnya. Setiap selongsong ketupat dijual Rp 1.500,00. Dalam satu ikat itu berisi 10 selongsong, sehingga dipasarkan Rp 15.000,00/ikat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: