Sekitar 60 Persen Peserta SKD Kota Bandung Raih Nilai di Atas Passing Grade

Sejumlah 3.798 dari 6.275, atau sekitar 60% peserta yang mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) calon Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kota Bandung berhasil beroleh nilai di atas ambang batas (passing grade). Namun, hanya 2.604 peserta yang berkesempatan mengikuti tahap Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). 

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Bandung Yayan Ahmad Brillyana menuturkan, tak semua peserta beroleh nilai di atas passing grade dapat mengikuti tahapan selanjutnya, Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Peserta yang berkesempatan mengikuti SKB mesti lulus pemeringkatan pada pilihan formasimasing-masing. 

“Penghitungannya, tiap-tiap formasi diikuti tiga kandidat. Sementara itu, terdapat 868 formasi di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Jumlah peserta yang berkesempatan mengikuti SKB, yakni tiga kali lipat dari ketersediaan formasi (868),” ungkap Yayan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana.

Ia belum bisa menyampaikan waktu tepat pelaksanaan SKB. Penentuan jadwal pelaksanaan SKB bersumber dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Berdasarkan perkiraannya, SKB bakal dilaksanakan satu bulan setelah SKD

Ia juga berpesan kepada para peserta seleksi agar rajin mencari informasi perihal pelaksanaa tes pada situs web resmi pemerintah, seperti sscn.bkn.go.idbkpp.go.id. Peserta juga bisa mencari informasi pada akun media sosial resmi pemerintah. “Peserta perlu berhati-hati, jangan memercayai informasi dari sumber yang tak jelas,” ucap Yayan. 

Secara keseluruhan, terdaftar 6.609 peserta SKD calon ASN Pemkot Bandung. Sejumlah 362 peserta tak mengikuti pelaksaan tes. Jumlah tersebut, terdiri atas 344 peserta yang tak hadir, dan 18 (peserta) kategori P1/TL. Peserta kategori P1/TL tersebut memilih untuk tidak mengikuti SKD

Ada 868 formasi yang tersedia bagi peserta, atau pelamar calon ASN di lingkungan Pemkot Bandung. Ketersediaan formasi terdiri atas, 602 (70%) tenaga pendidik, 131 (15%) tenaga kesehatan, dan 135 (15%) tenaga teknis fungsional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: