Satpol PP Kota Bandung Ingatkan Agar Pedagang-Pembeli Takjil Tetap Jaga Jarak

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung kerap menemukan sejumlah penjual takjil di Kota Bandung yang menimbulkan kerumunan. Satpol PP meminta pedagang untuk mengingatkan pembeli mengenai physical distancing.

Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian menyebutkan menerut hasil patroli, ada beberapa lokasi yang ditemukan pedagang menjual takjil. Di kawasan utara, kata dia, titik banyaknya penjual takjil di Simpang Dago, sementara di timur di Kiaracondong dan Barat di Sudirman.

Tak hanya  di tengah-tengah kota, aktivitas yang serupa kerap terjadi di perumahan-perumahan. Rasdian menuturkan untuk patroli di perumahan pihaknya ingin paratur kewilayahan melakukan pengawasan.

“Saya minta ke kewilayahan diatur jaraknya, bahkan dikasih nomer gitu. Jaraknya minimal dua meter, kalau ada kerumunan ya dipisahkan, diurai. Karena memang kalau kerumunan lebih dari lima orang kan tidak diperbolehkan. Jadi kita peringatkan,” ucapnya.

Pihaknya tidak bisa langsung membubarkan atau menertibkan para penjual takjil tersebut. Sehingga Ia pun meminta kesadaran dari para pedagang untuk menerapkan physical distancing.

Physical distancing diminta diberlakukan antara pedagang dan pembeli. Rasdian meminta para pedagang turut mengkampanyekan jaga jarak saat bertransaksi.

“Pedagang harus mengingatkan tolong perhatikan jaraknya karena sedang ada wabah COVID-19. Mungkin diingatkan begitu. Jangan takut kehilangan pembeli karena nanti kita juga tidak tahu ini bisa pembeli menularkan atau pedagang itu sendiri yang menularkan ke pembeli. Harus ada sadar disiplin seperti itu,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: