Pondok Alquran untuk Anak Broken Home di Bandung

Dengan latar belakang dari keluarga broken home, Yopi Firmansyah (35) sempat mengarungi kehidupan sebagai anak jalanan. Pria yang tak lulus SMU ni tahu kerasnya hidup di jalanan. Dia mengerti bagaimana anak dengan orangtua yang bercerai kerap jadi bahan ledekan.

Tak ingin kegetiran masa kecil dan mudanya itu dialami oleh anak lain yang bernasib sama, Yopi pun berinisiatif untuk mendirikan Pondok Quran Yatim Duafa Baitul Jannah di Kampung Pagermaneuh RT 3 RW 7, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Mulai dibuka pada Januari 2019, pondok pesantren ini dikelola Yopi bersama dengan sahabatnya yang jebolan pesantren di Garut, Ustaz Irfan Ulum (27). Keduanya mendidik santri tingkat SD dan SMP, terutama anak yang tak memiliki orangtua utuh, tanpa dipungut biaya sepeserpun.

Untuk santri yang menginap, Yopi mengatakan, berjumlah sebanyak 30 anak. Asalnya dari sekitar Lembang.

Tak hanyabsantri, terdapat sekitar 60 anak lain yang ikut belajar tapi tak menginap. “Mereka ini sebagian yatim, yatim piatu, dan korban perceraian orangtua atau ditinggalkan orang tua,” ucapnya dilansir laman Pikiran Rakyat, pada Rabu, 17 Juli 2019.

Dengan modal tabungan yang seharusnya digunakan untuk pendidikan anaknya, Yopi merelakan dana Rp 20 juta untuk pendirian pondok tersebut. Dia juga menyewa rumah dan lahan seharga Rp 60 juta per tahun, yang masih dihutang Rp 40 juta. Kebutuhan operasional dibiayai dari kantong pribadi Yopi dan juga Ustaz Irfan.

Untuk kebutuhan operasional, Yopi menuturkan, diperlukan kurang lebuh Rp 20 juta per bulan. Biaya tersebut digunakan untuk makan, listrik, peralatan mandi, dan keperluan lainnya.

“Buat makan saja, sekali itu Rp 6.000. Kalau sebulan, buat santri dan guru, kira-kira perlu hampir Rp 19 juta. Buat makan itu pun sebetulnya tidak cukup Rp 6.000, tapi ada warga sekitar yang mau membantu,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: