PKL di KBB Akan Ditertibkan hingga Dikenai Denda Jika Masih Melanggar

Para pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar di wilayah Kabupaten Bandung Barat akan segera ditertibkan. Tak hanya melanggar peraturan daerah, keberadaan PKL di trotoar kerap menimbulkan kemacetan.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran KBB Rini Sartika menyebutkan, ada tiga zona merah yang harus ditertibkan, yaitu di Kecamatan Cihampelas, Padalarang, dan Lembang. Dari tiga lokasi tersebut zona merahnya trotoarjalan yang dekat dengan pasar tradisional.

Guna memberikan efek jera terhadap para PKL saat melakukan penertiban, Satpol pihaknya akan langsung menyita barang dagangan dan memberikan pembinaan agar tak lagi melakukan pelanggaran yang sama. Hal tersebut dilakukan setelah pihaknya melakukan sosialisasi terlebih dulu.

Saat ada PKL yang sudah pernah ditertibkan tetapi kembali lagi ke zona merah, PKL harus mengikuti sidang tindak pidana ringan dan membayar denda mulai dari Rp 100.000. Denda tersebut sesuai dengan perda dan pelanggaran, tetapi biasanya untuk tipiring ditentukan oleh hakim.

Keberadaan PKL di trotoar yang dekat dengan pasar tradisional kerap menimbulkan kemacetan. Di Padalarang, kondisi tersebut ditemui di sekitar Pasar Tagog Padalarang.

Lokasi pasar juga menyatu dengan areal terminal membuat jalur tersebut tak bisa terhindar dari kemacetan. Hal tersebut sering kali dikeluhkan oleh para pengguna jalan yang melintas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: