Pesawat Militer Made in Bandung

PT Dirgantara Indonesia (DI) mengirimkan (ferry flight) satu unit pesawat CN235-220 ke Nepal. Pesawat karya anak bangsa ini dipesan untuk memenuhi kebutuhan militer negara di kaki pegunungan Himalaya.

Direktur Utama PT DI Elfien Goentoro menyebutkan, pada 16 Juni 2017 pihaknya melakukan penandatanganan kontrak pengadaan satu unit pesawat dengan Angkatan Darat Nepal. Sejak saat itulah pihaknya mulai memproduksi pesawat sesuai dengan pesanan dan selesai tepat waktu.

“Berdasarkan kontrak dengan Angkatan Darat Nepal Juni tahun 2017, alhamdulillah kita selesaikan tepat waktu sehingga hari ini bisa kita deliver ke Kathmandu,” ucapnya, di sela kegiatan ferry flight, di Hanggar Fixed Wing PT DI, Kota Bandung.

Pesawat CN235-220 dikirim ke Kathmandu dengan cara diterangkan langsung oleh Kapten Esther Gayatri Saleh sebagai Test Pilot In Command dan Flight Instructor (acting as Chief of The Mission) dan Kapten Ervan Gustanto sebagai co-pilot.

“Kita deliver ferry flight ke Kathmandu melalui (rute) Medan, Yangoon, Dhaka setelah itu ke Kathmandu,” lanjutnya.

Pesawat CN235-220 ini merupakan pesawat multirole dengan daya angkut sebanyak 48 penumpang dan dapat digunakan beberapa misi. Mulai dari misi pengintaian, patroli maritim dan angkutan bersenjata.

Tak hanya itu, pesawat ini juga bisa difungsikan untuk beberapa hal. Mulai dari angkutan pasukan, cargo, evakuasi medis, VIP, angkutan penumpang, patroli dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: