Pemprov Jabar Siapkan Kenaikan Gaji PNS dan Pensiunan

Pemprov Jabar tengah membahas kenaikan gaji PNS yang rencananya diberlakukan pada 1Januari 2019. Tim TAPD pemprov Jabar masih membahas besaran alokasi gaji untuk 12.300 PNS Pemprov Jabar.

Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa menyebutkan, kenaikan gaji PNS sudah masuk anggaran untuk tahun depan. Dengan demikian pada tahun 2019 mendatang dapat berjalan. Namun mengenai besarannya, pihaknya masih menghitungnya.

“Yang pasti besarannya 5 persen dari gaji pokok, dan gaji pokok itu beragam jumlahnya,” ungkap Iwa, di Gedung DPRD, Jaman Diponegoro Kota Bandung, Minggu, 19 Agustus 2018.

Menurutnya rekomendasi kenaikan gaji dinilai wajar pasalnya dalam beberapa tahun terakhir gaji pns belum naik. Sementara inflasi terus terjadi setiap tahunnya.

“Kenaikan 5 persen dari Gaji pokok. Selama ini beberapa tahun tidak ada kenaikan. Sekarang sedang dihitung. Memanggil pejabat mengenai gaji pegawai maupun anggaran 2019. Ini sedang berjalan harus diidentifikasi secara akurat. Dihitung akumulasi orang perorang dikalikan gaji pokok bersangkutan,” paparnya.

Selain itu, karena kenaikan dari gaji pokok maka akan berpengaruh pada ASN yang pensiun

Kebijakan baru ini diharapkan dapat menjawab kekhawatiran PNS yang setelah pensiun penghasilannya turun drastis. “Penghasilan biasa 100% ini jadi 10 bahkan 5%, sementara begitu pensiun kebutuhan lebih besar,” tuturnya.

Kebijakan tersebut adalah bentuk apresiasi pusat dan keberpihakan pada PNS karena dengan perubahan yang ada akan membantu naiknya angka pensiun, kondisi APBN pun tidak akan terlalu berat.

“Ini juga harus menjadi perhatian bagi PNS agar merencanakan pensiun sejak jauh-jauh hari agar kaget, pendapatan berapapun seperlima atau sepertiganya harus ditabung,” katanya.

Kini jumlah PNS Pemprov Jabar tercatat hanya sekitar 12.300 menurun signifikan dari sekitar 16.000 orang. Di sisi lain pertambahan jumlah PNS dipastikan lebih sedikit dibanding yang pensiun.

“Kebijakan ini sesuatu yang baik, karena banyak kasus, PNS begitu pensiun banyak yang stress dan sakit,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: