Pemkab Purwakarta Setujui Pengurangan KJA di Waduk Jatiluhur

Sekitar 15.000 Keramba Jaring Apung di Waduk Ir H Juanda Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta ditertibkan. Pengurangan KJA yang mencapai setengah dari jumlah keseluruhan telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah daerah setempat.

“(Yang terpenting) jaring apung tidak dihilangkan. Mungkin akan dikurangi, misalkan sekarang ada 30 ribu kita bisa kurangi setengahnya,” dari Wakil Bupati Purwakarta Aming, Rabu, 17 Juli 2019. Ia menyetujui penataan KJA di Waduk Jatiluhur setelah menemui Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Ia menyetujui karena telah memastikan produktivitas perikanan masyarakat tidak berkurang meskipun jumlah KJA-nya dikurangi. Penataan KJA termasuk dalam rencana penataan bendungan tersebut oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Perum Jasa Tirta II selaku pengelola.

“KJA-nya saja yang akan berkurang, petaninya kayaknya tidak akan berkurang. Misalnya sekarang punya 100 petak, nanti dibagi lah 20 atau 30 (untuk petani lainnya). Jadi dengan luas yang berkurang, produktivitasnya tetap,” ungkap Aming. Sebelumnya, ia sempat menolak karena tidak ada solusi bagi para pemilik KJA.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengakui sebelumnya penataan KJA termasuk rencana penataan Waduk Jatiluhur sebagai kawasan wisata. “Dalam proses (pengembangan pariwisata) ini ada (sumber) perkonomian lokal yang harus diperbaiki. Jaring apung ini akan diatur jumlahnya,” ucapnya.

Gubernur yang akrab disapa Emil juga menegaskan tak akan menghilangkan seluruh KJA. Ia mengaku hanya akan mengurangi jumlahnya tapi belum bisa menentukan berapa banyak yang dikurangi. Hal ini diiakui masih dalam pembahasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: