Nikmatnya Ramen di Pinggir Jalanan Jepang

Ramen merupakan salah satu makanan tradisional yang paling digemari di Jepang. Ada yang menyebut, jika ramen pada awalnya, berasal dari Tiongkok. Makanan tersebut di Jepang pun sudah sangat mengakar di kalangan masyarakat, seperti makanan pokok mereka.

Bahan dasar dari ramen itu sendiri adalah mi, memang seperti mi Indonesia. Dan seperti juga mi instan di Indonesia, kuah ramen memegang peranan penting.

Nikmat atau tidaknya sensasi ramen banyak ditentukan oleh kuahnya. Berbagai macam jenis kuah ramen, seperti tonkotsu, shoyu, miso, atau shio, dengan rasa yang berbeda.

Dengan menikmati ramen di sebuah kedai ramen di sekitar Stasiun Shinagawa, Tokyo. 

Jika membayangkan kedai ramen di pinggiran jalan ternyata tempat ini merupakan tempat yang asyik untuk nongkrong. Sebab, setelah selesai makan ramen, biasanya pengunjung langsung pergi. Ini untuk memberikan tempat kepada pengunjung lain yang biasanya sudah mengantre di luar kedai.

Menariknya lagi, ternyata hampir di setiap kedai Ramen atau makanan apapun, pengunjung memesan makanan melalui mesin. Kita pun tinggal memencet gambar ramen atau makanan yang kita inginkan, kemudian membayarnya, melalui tempat yang disediakan.

Setelahnya, akan keluar kertas seperti receip dari mesin pemesanan tersebut. Kertas inilah yang kita serahkan ke pelayan, saat mereka menghidangkan makanan ke meja.

Terdapat ramen dengan campuran ikan sarden kering dan serpihan ikan tuna. Tak hanya ikan, ramen ini juga diberi topping berbagai potongan sayuran khas Jepang.

Rasanya memang agak asin di mulut. Namun, rempah-rempah yang dicampurkan cukup terasa.

Jika Anda ingin menikmati ramen di Jepang, tetap harus berhati-hati. Sebab, ada juga beberapa jenis ramen yang menggunakan kuah atau campuran dari babi, sehingga tidak halal untuk pengunjung muslim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: