Memetakan Citarum dengan Drone

Sebagai bentuk upaya dalam memperbaiki kualitas kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum memerlukan data akurat. Sungai sepanjang 297 kilometer yang memiliki karakter cukup beragam dan masalah yang berbeda-beda di setiap segmennya. Solusi tepat harus bersumber pada data yang lebih akurat.

Geolog Universitas Padjadjaran Cipta Endyana mengembangkan riset pemetaan Citarum menggunakan drone. Pemetaan tersebut untuk mendapatkan informasi yang lebih detail dari citra satelit.

“Detailing itu kalau pakai pemetaan biasa akan memakan waktu. Pakailah drone sehingga bisa didapat spot-spot unik dengan lebih efisien, lebih murah,” ujar Cipta, dilansir Pikiran Rakyat, Sabtu 27 April 2019.

Resolusi yang lebih tinggi, diharapkan citra yang dihasilkan drone mempunyai kualitas lebih baik dari citra satelit. Maka dari itu, perlu dipasang sensor tambahan agar tidak hanya menangkap kondisi morfologi saja, tetapi juga informasi lain seperti suhu, rona, dan lain sebagainya.

“Sensor itu ada tapi mahal, maka itu kami akan join research dengan MIT (Massachussets Institute of Technology),” ucapnya.

Citra drone kini sudah banyak dikembangkan di Indonesia. Namun, biasanya hanya untuk Digital Elevatio Model (DEM). Biasanya untuk menyajikan model 3D sebuah kawasan atau lahan. Penggunaan juga bisa memberikan informasi detail yang diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: