Mata Air Cikahuripan Kabupaten Bandung Dijaga Oleh Puluhan Pemuda

Puluhan pemuda mengunjungi Situs Mata Air Cikahuripan di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Sabtu 22 Juni 2019. Mereka pun memastikan bahwa mata air tersebut masih terjaga dan bisa terus mendukung kehidupan warga.

Puluhan pemuda tersebut berasal dari berbagai komunitas mulai dari karang taruna, pecinta alam, perkumpulan sepeda motor, kelompok pencak silat dan tokoh agama setempat. “Acara ini diharapkan menjadi stimulan untuk pemuda agar tetap mencintai dan mau merawat daerahnya, termasuk mata air di dalamnya,” ucap Ketua Karang Taruna Desa Ciheulang, Agung.

Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Ketua Yayasan Pilar Desa Kabupaten Bandung Tarya. Ia menilai mata air adalah sumber kehidupan yang harus dijaga. “Air merupakan kebutuhan utama bagi tumbuhan, hewan dan manusia. Semua pihak harus peduli terhadap air dan menjaga mata air agar tetap lestari bagi kehidupan,” ujar Tarya.

Mata air yang tak dijaga, lanjut Tarya, bisa mempengaruhi pasokan airnya terhadap berbagai lini kehidupan. Selain untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci, masak dan minum, mata air juga memegang peranan sangat penting bagi sektor pertanian.

Sedangkan, tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama setempat KH Abdul Hamid mengatakan, mata air Cikahuripan menjadi sumber pemenuhan kebutuhan air utama warga Desa Ciheulang sejak puluhan tahun. “Terutama warga di RW 02 yang paling dekat dengan mata air ini,” jelasnya.

Menurut dia, banyak sejarah di balik keberadaan mata air tersebut dan kehidupan warga setempat. Salah satunya yakni asal usul penamaan Desa Ciheulang yang dilansir Hamid dilatarbelakangi oleh mitos atau legenda kesaktian mata air Cikahuripan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: