Longsor Dekat Tol Purbaleunyi

Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna meminta PT Jasa Marga guna bertanggung jawab terkait dengan dampak longsor dan tanah bergerak di Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah.

Pasalnya, lokasi longsor berada di lahan Jasa Marga.

“Karena lahan itu milik Jasa Marga, maka yang harus memperbaikinya juga Jasa Marga. Ini harus segera ditangani karena akan berbahaya kalau hujan lagi,” ucapnya.

Ia menyebutkan, bahwa bencana yang terjadi pada Selasa 11 Februari 2020 malam itu harus dicari sebab akibatnya.

Kedua belah pihak, Pemda dan Jasa Marga harus bertemu untuk menemukan solusi bencana yang lebih besar bisa dihindari.

Beberapa warga tampaknya membersihkan puing-puing bangunan yang rusak akibat longsor.

Menurut berbagai informasi, longsor berasal dari tebing dekat Jalan Tol Cipularang Km 118 sebelah selatan.

Longsor bergerak ke permukiman warga dan menimbun areal pertanian warga. Sebanyak 10 rumah warga rusak dan 85 rumah lainnya terancam.


Di seberang lokasi longsor, terdapat kubangan air raksasa seluas 4.000 meter persegi.

Kubangan tersebut terbentuk akibat longsor dan tanah jenuh yang terjadi beberapa kali, terakhir pada pertengahan Desember tahun lalu. 

Menurut Wahyudin, Ketua RW 4, Desa Sukatani, longsor pada Selasa (12 Februari 2020) akibat rembesan air dari kubangan raksasa tersebut yang menembus tanah di bawah jalan tol.

Seiring dengan turunnya hujan dengan intensitas tinggi, warga menemukan retakan tanah di sekitar genangan air. 

Sedangkan, General Manager PT Jasa Marga cabang Purbaleunyi, Pratomo Bimawan Putra menuturkan, peristiwa longsor di Kampung Hegarmanah dan genangan air di sebelah utara KM 118 tol Purbaleunyi tidak berhubungan.

Menurutnya, genangan air yang menyerupai danau tersebut terhalang oleh badan jalan tol, sementara longsor yang terjadi di selatan tol karena alih fungsi lahan pertanian basah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: