Kota Bandung dari Balik Lensa

Sekitar 75 mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Sekolah Tinggi Teknologi Bandung tengah menyelenggarakan pameran fotografi, yang bertajuk “Bandung Dari Balik Lensa” di Museum Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, 8-10 Februari 2019.

Pameran dengan kurator Yosa Fiandra, dan Krisna “Ncis” Satmoko ini digelar dalam rangka memenuhi tugas fotografi (buku foto, dan seminar fotografi). 

Mahasiswa pun menampilkan foto seri, memuat narasi berbagai hal yang terdapat di Bandung dari sudut pandang masing-masing. Berdasarkan catatan pengantar dari salah seorang kurator sekaligus penanggung jawab pameran Yosa Fiandra, kumpulan karya mengandung cerita yang terkemas dengan mengedepankan aspek teknis fotografi, di antaranya sudut memotret, hingga penerapan komposisi. 

Velia Noviani juga menyuguhkan karya berjudul “Pesona Batik Komar”, foto seri yang menunjukkan aktivitas pembatik, alat-alat penunjang (membantik), serta potret suasana Rumah Batik Komar. Ia mencantumkan deskripsi informasi perihal latar belakang sejarah, dan raihan prestasi Batik Komar. Perpaduan visual, dan urain teks membentuk informasi yang menggugah minat apresiator untuk mengunjungi produsen batik bersangkutan. 

Foto seri berjudul “Di Balik Sebuah Layar” dari Khusnul Khatimah menarasikan suasana pasar, tempat sekumpulan individu mencari pendapatan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian foto menampilkan aneka ekspresi pedagang di tengah hiruk pikuk pasar, di antaranya melamun, dan tersenyum. Hal itu mencerminkan dinamika upaya individu.

Muhammad Jaenal Marup menampilkan karya berjudul “Cosplay Asia Afrika”, berisi potret sejumlah individu yang mencari penghasilan dengan berdandan, dan mengenakan kostum menyerupai karakter tertentu. Melalui kumpulan foto karya Jaenal terdapat beberapa frame yang memperlihatkan cara individu bersangkutan untuk mengubah penampilan fisiknya,  merias wajah secara mandiri dengan bekal cermin. 

Setiap mahasiswa mengangkat perilaku masyarakat , di antaranya, Andres Alexander dengan karya”Pengunjung Kurang Disiplin”, Ei Juniar (“Budaya Berpacaran di Zaman Sekarang”), Kemala Astrid Gianti (“Behind The Beauty of The Flower City”).

Andres  pun memotret dampak dari ulah pengunjung Kebun Binatang Bandung yang kurang tertib , membuang sampah sembarangan, mengotori lingkungan setempat. Sedangkan, Kemala mengangkat tema yang hampir sama dengan Andres, mengenai kesadaran masyarakat dalam hal membuang sampah. Sementara, Ei menampilan potret pemuda, dan pemudi yang berpacaran di ruang publik. 

Ada juga sejumlah tema yang diusung mahasiswa lainnya, seperti keindahan alam, pesona destinasi pariwisata, bangunan bersejarah.

Ketua pelaksana pameran Alwi Azzali mengungkapkan, jika pihaknya beroleh banyak manfaat dari pengerjaan tugas, seperti melatih  teknis fotografi, tambahan bekal pengalaman lapangan, hingga memperluas jaringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: