Kopi Kabupaten Bandung Masuk Kedalam Jajaran Elit Dunia

Kopi Kabupaten Bandung kini masuk kedalam jajaran elit kopi dunia karena rata-rata skor specialty mencapai lebih dari 80 poin. Bahkan, kopi terbaik asal Kabupaten Bandung memiliki skor hingga 88 atau hanya terpaut 4 poin dari kopi termahal di dunia saat ini, yakni Kopi Geisha asal Panama yang memiliki skor 92 poin.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang master kopi Indonesia asal Bandung, Natanael Charis di sela-sela “3rd Bandung Coffee Festival dan Kompetisi Indonesian Coffee Master”, di Festival Citylink, Kota Bandung, pada Minggu 25 Agustus 2019. “Oleh karena itu setiap mengikuti kompetisi coffee master di luar negeri saya selalu membawa kopi asal Kabupaten Bandung,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Nael ini mengatakan, Kabupaten Bandung layak menyandang titel pusat kopi Indonesia. Pasalnya, di wilayah tersebut banyak sekali varian kopi dengan cita rasa khas masing-masing.

“Bagi saya, kopi Kabupaten Bandung sangat menarik, karena meskipun varietasnya rata-rata arabika, banyak sekali cita rasa unik yang berbeda. Soalnya banyak gunung yang menjadi lokasi penanaman, sehingga meghasilkan cita rasa yang berbeda-beda pula,” ungkap Nael yang juga merupakan barista, petani , sekaligus pengusaha kopi tersebut.

Ia menyebutkan, di dunia Kabupaten Bandung mungkin satu-satunya daerah dengan cita rasa kopi terbanyak. Hal ini sudah pernah ia buktikan saat menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi coffee master di London Inggris, Thailand, Dublin Irlandia dan Australia.

Menurutnya, Afrika dan Amerika sebagai benua yang selama ini dianggap kiblat kopi dunia, memang memiliki banyak varian cita rasa kopi. Namun variannya tersebar dalam satu negara.

“Di Afrika varian cita rasa banyak, tetapi tersebar di seluruh pejuru negara, tidak di satu kota saja. Sementara di Indonesia, satu Kabupaten Bandung memiliki varian cita rasa kopi yang hampir menyamai jumlah satu negara di Afrika,” ucap Nael.

Nael menyampaikan, keunggulannya tentu bisa menjadi modal besar bagi petani kopi Kabupaten Bandung untuk menguasai pasar kopi dunia. Soalnya, varian cita rasa memang sangat penting untuk memberi sajian variatif bagi seorang barista agar tidak membosankan bagi penikmat kopi.

Dengan varian cita rasa yang lengkap, Nael pun mengaku sudah menciptakan resep menu kopi khas Jawa Barat yang akan dinamai Kopi Jabarano seperti keinginan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. “Menunya sudah ada tetapi masih rahasia,” ucapnya sambil tertawa.

Tetapi, Nael tak menampik jika resep rahasia ini diracik dari bahan kopi asal Jabar yang didominasi Kabupaten Bandung. Ia juga mengaku bahwa resep ini sudah pernah dipresentasikan di Australia bersama pihak Pemprov Jabar.

Nael mengharapkan, nantinya kopi Jabarano bisa disajikan di beberapa cafe di sejumlah negara. “Sedikit saja bocoran, menu Jabarano rasa kopinya tetap kuat tetapi saat diminum akan terasa aroma bunganya serta ada aroma vanila,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: