Konsumsi Wisata Belanja Jadi Salah Satu Penyumbang PDRB Kota Bandung

Pertumbuhan pariwisata di Kota Bandung pada umumnya didorong oleh tingkat konsumsi belanja yang cukup tinggi. Capaian Produk Domestik Regional Bruto Kota Bandung yang disumbang dari sektor pariwisata bisa disebut lebih tinggi dibanding kota lainnya.

“Pengeluaran konsumsi pada sektor wisata belanja, menjadi salah satu penyumbang yang cukup signifikan dari total PDRB Kota Bandung,” ucap Anggota Fraksi Partai NasDem yang kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bandung, Uung Tanuwidjaja, seusai pelantikan anggota DPRD Kota Bandung periode 2019-2024, Senin, 5 Agustus 2019.

Sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, menurutnya, Kota Bandung mempunyai peranan yang cukup penting tak hanya sebagai pusat pemerintahan provinsi, tetapi sebagai pusat perdagangan dan jasa. Secara geografis, posisinya yang strategis menjadi salah satu destinasi tujuan wisata guna mengisi akhir pekan bagi masyarakat dari wilayah di sekitarnya.

Wisatawan, Uung menyebutkan, khususnya dari kawasan Jabodetabek sudah terbiasa mengisi akhir pekan di Kota Bandung meski hanya sekadar belanja, atau sekadar jalan-jalan mencari makanan atau wisata kuliner.

Mantan Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung periode lalu menambahkan, capaian tinggi dari sektor pariwisata itu terjadi saat kunjungan wisata ke Kota Bandung belum terdampak pemindahan sejumlah penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, ke Kertajati, Kabupaten Majalengka.

Kontribusi sektor pariwisata bagi pendapatan asli daerah Kota Bandung itu diperoleh saat penerbangan Bandara Husein yang masih melayani rute domestik antarwilayah secara penuh.

Yudi Cahyadi salah seorang anggota frakai PKS, berharap Kota Bandung dapat mengembangkan pariwisata jenis lain, dengan melakukan perbaikan infrastruktur, pembangunan fasilitas pendukung, promosi kebudayaan lokal yang dikemas dengan semenarik mungkin. Variasi berbagai kebudayaan dari budaya modern bisa dipadukan dengan budaya tradisional. Tak lupa, perlu disiapkan pola perilaku masyarakat untuk menjaga komunikasi yang baik kepada setiap wisatawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: