Kabupaten Bandung Punya Pabrik Pengolahan Cokelat Baru

Sekira 42 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat disumbangkan industri pangan. Oleh karena itu, Pemprov Jabar akan terus memberi dukungan terhadap investasi di bidang tersebut pada masa mendatang.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, bonus demografi berupa jumlah penduduk yang besar merupakan modal bagi perkembangan industri pangan Jabar.

Selain itu, kata Ridwan Kamil, Jabar juga memiliki dukungan alam berupa tanah yang subur. Hal itu merupakan potensi besar untuk memasok hasil alam yang bisa dijadikan bahan baku industri pangan.

Ridwan Kamil mencontohkan Kabupaten Sumedang yang saat ini memiliki pertanian kacang-kacangan. Hasil panen para petani di sana nantinya bisa dipasok ke industri makanan termasuk pabrik cokelat Barry Callebaut.

Menurutnya, kacang-kacangan hasil panen para petani Sumedang memiliki kualitas yang layak jadi bahan baku industri pangan. Terlebih, para petani di daerah itu sudah menerapkan teknologi canggih termasuk pengawasan menggunakan pesawat mini nirawak.

“Petani di Kabupaten Sumedang sudah menerapkan Revolusi Industri 4.0. Ini akan menjadi bahan evaluasi dalam 5 tahun ke depan agar semua pertanian di Jabar lebih modern,” terangnya.

Ridwan Kamil menyebutkan, ada hubungan saling menguntungkan antara pertanian dengan industri. “Kita terapkan ekonomi Pancasila ketika pertanian tidak hanya dimiliki industri tetapi kebutuhan industri juga disuplai pertanian milik penduduk,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: