Jalan di Kabupaten Sumedang akan Jadi Alternatif Mudik

Sebanyak 195 ruas jalan kabupaten di wilayah Kabupaten Sumedang dengan panjang mencapai 774 kilometer, siap dimanfaatkan untuk jalan alternatif arus mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Dari 195 ruas, terdapat 7 ruas jalan yang sering dipakai jalan alternatif apabila arus mudik di jalan nasional dan provinsi sedang mengalami kemacetan.

“Ketujuh ruas jalan tersebut, 80% kondisi ruas jalannya cukup bagus dan mulus. Sisanya, 20% dalam kondisi rusak ringan. Meski rusak ringan, tapi bisa dilintasi kendaraan para pemudik,” ucap Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumedang, Bambang Rianto, pada Kamis 16 Mei 2019.

Dia menyebutkan, jika ketujuh ruas jalan kabupaten tersebut, sudah terhubung langsung dengan jalan nasional dan provinsi yang biasa dipakai arus mudik Lebaran. Seperti, ruas Jalan Jayalaras-Cipacing di Kecamatan Jatinangor. Ruas jalan tersebut, titik awalnya bersimpangan dengan jalan nasional di Jalan Jatinangor, dan titik akhirnya bersimpangan dengan jalan nasional di Jalan Raya Bandung-Garut, dari Cileunyi sampai Nagreg. Kondisi jalannya, cukup bagus dan mulus.

Tak hanya itu, ruas jalan Tanjungsari-Haurngombong. Kondisi jalannya cukup bagus. Untuk ruas jalan tersebut, memiliki titik awal yang bersimpangan dengan jalan nasional Jalan Raya Bandung-Cirebon di wilayah Tanjungsari. Titik akhirnya, bersimpangan dengan jalan provinsi di ruas Jalan Parakanmuncang (Kecamatan Cimanggung)-Warungsimpang (Kecamatan Pamulihan).

Tak hanya itu, ada juga ruas jalan kabupaten yang biasa dipakai alternatif arus mudik yang kondisinya rusak ringan. Ruas jalan tersebut, yaitu Jalan Cigarukgak-Buahdua. Kondisi jalannya mekang rusak ringan. Lapisan aspalnya, terlihat terkelupas sehingga perlu adanya perbaikan dengan aspal hotmix.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: