Harga Bawang Putih di Kota Bandung Naik Dua Kali Lipat

Stok bawang putih memang masih aman, namun terjadi kenaikan harga hampir dua kali lipat pada sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung. Kenaikan harga bawang putih tersebut terjadi setelah adanya pernyataan pembatasan impor, terutama hewan hidup dari Tiongkok.

Menurut dugaan, ulah spekulan menjadi faktor penyebab adanya kenaikan harga bawang putih. Berdasarkan data dan informasi kebutuhan pangan Kota Bandung dari Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung, kebutuhan bawang putih sekitar 21 ton per hari. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kota Bandung Elly Wasliah menyebutkan, kenaikan harga bawah putih terjadi dalam kurun waktu satu pekan. Semula, harga bawang putih berkisar, Rp 30.000-Rp 35.000 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 56.000-Rp 60.000 per kilogram.

Pasokan kebutuhan bawang putih warga Kota Bandung, menurut Elly, kebanyakan impor. Perbandingan pasokan bawang putih untuk Kota Bandung, yakni 80% impor, dan 20% lokal. Sentra produksi bawang putih dari Cina mendominasi pasokan impor. 

Disdagin pun melaksanakan pemantauan hargakomoditas pokok secara rutin, setiap Kamis. Disdagin melaksanakan hal tersebut pada delapan pasar tradisional, yakni, Ujungberung, Kosambi, Cihapit, Sederhana, Palasari, Kiaracondong, Ancol, Pasarbaru.

Harga tiap-tiap komoditas pokok pada delapan pasar tersebut merepresentasikan (harga komoditas) di seluruh Kota Bandung. 

Mengenai emantauan harga, Elly menuturkan, bakal turut mendatangi sejumlah pasar modern. Hal ini termasuk dalam bagian uaya mencari penyebab tepat harga bawang putih mengalami kenaikan


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: