Gempa Banten, Warga Pangandaran ikut Panik

Warga khususnya yang tinggal tak jauh dari pesisir pantai menjauh dan mengungsi ke daratan paling tinggi, seusai terjadi gempa di Banten. Getaran gempa yang terasa ke Pangandaran, membuat sejumlah warga cukup, Jumat 2 Agustus 2019.

Seperti yang terpantau di jalan Bojongjati Desa Pananjung, terlihat kendaraan roda maupun roda empat melintas menuju ke daerah dataran tinggi di Desa Purbahayu dan Pagergunung.

Mereka pun ikut panik setelah merasakan goncangan gempa bumi yang berpusat di Banten berkekuatan 7,4 SR pada hari Jumat, 2 Agustus 2019 pukul 19.03.21 WIB. Bahkan tim Ekspedisi Desa Tangguh Bencana tsunami BPBD Jawa Barat yang baru sampai di Bumi Perkemahan Pemugaran pantai barat Pangandaran setelah seharian mengikuti pembekalan di gedung Politeknik Kelautan Dan Perikanan di kawasan Pelabuhan Cikidang langsung menghindar dan memantau warga yang tengah mengungsi di mesjid Agung Al Istiqomah yang berada di jalan bunderan tugu ikan merlin Pangandaran.

Berdasarkan pantauan di pantai timur Pangandaran, Komandan Koramil Pangandaran Mayor Inf. Ikeu Masrika mengabarkan bahwa kondisi laut di pantai timur dalam kondisi normal.

Begitu yang disampaikan oleh petugas Balawista, Liano, setelah terjadinya gempa yang sempat membuat warga panik kondisi laut di pantai barat Pangandaran juga dalam kondisi normal. Hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan rumah.

Petugas juga sempat mengimbau agar masyarakat tak panik namun tetap waspada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: