Gaya Hidup Minimalis

Gaya hidup minimalis perlahan mulai tren di beberapa kota besar di dunia, meski belum begitu familiar di dalam negeri. Sebagai tandingan keinginan punya banyak barang, sebagian ingin hidup dengan lebih sedikit, membeli lebih sedikit, dan membutuhkan barang lebih sedikit.

Pernahkah anda mengetahui tentang orang-orang yang mengambil langkah dramatis menuju gaya hidup minimalis ekstrem, di mana mereka memberi semua barang yang dimiliki dan pindah ke ruangan berdinding putuh di ke empat sisinya dengan hanya matras dan notepad.

Seperti dilansir dari apartmenttherapy.com, padaJumat, 18 Januari 2019, gaya hidup minimalis sangat mungkin dikompromi dengan membuat langkah-langkah kecil untuk menemukan style sesuai dengan kebutuhan Anda.

Untuk bisa memutuskan demikian, sebaiknya anda tahu dulu apa sebenarnya gaya hidup minimalis itu. Dikutip dari theminimalists.com, gaya hidup yang satu ini merupakan alat untuk membantu anda menemukan kemerdekaan diri.

Bebas dari rasa takut, cemas, bersalah, dan berlebih. Kebebasan inilah secara mudah diukur dari melepaskan kebiasaan konsumtif dengan berpikir ulang ketika hendak membeli suatu barang. Jika memang butuh, saat membelinya anda tak akan merasa terbebani. Itulah kebebasan sebenarnya yang diusung gaya hidup minimalis.

Dengan menerapkan gaya hidup minimalis bukan berarti anda tak boleh memilki mobil, rumah tinggal, bahkan keluarga. Namun, kebahagiaan yang ingin diraih dengan hidup minimalis tak seharusnya didapat dari barang, melainkan dengan cara menjalani hidup itu sendiri.

Salah satu trik mudah apabila anda memang ingin memulai gaya hidup minimalis, dengan selalu bertanya pada diri sendiri, “Apakah saya benar-benar membutuhkannya?”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: