Eks Gengster Asal Kanada Dukung Aksi Bela Palestina di Pusdai Bandung

Ada beberapa pemandangan yang tak biasa dalam aksi Palestine Solidarity Day (PSD) 2019 di pelataran Masjid Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Seorang mualaf sekaligus mantan gangster mendukung aksi membela Palestina.

Aksi PSD tersebut diikuti ratusan jemaah yang baru saja menyelesaikan Salat Jumat. Massa mengenakan ikat kepala bertuliskan ‘Aksi Bela Palestina’ sebagai dukungan terhadap pembebasan Palestina dari penjajahan Israel.

Di antara jemaah yang turun aksi, terlihat seorang warga negara asing bertato yang ikut memberikan dukungan dengan cara membubuhkan tanda tangan di atas spanduk putih. Pria berkepala plontos ini juga mengenakan ikat kepala dan gamis.

“Saya sangat prihatin dengan kondisi Palestina. Saya tahu bagaimana Gaza, Palestina seringkali dibom tanpa alasan yang jelas oleh Israel,” ucap Ishaq Mustaqim asal Kanada

Ishaq mengaku jika Ia memiliki sejarah hidup yang kelam karena kerap terlibat aksi perampokan pembunuhan. Bahkan, ia pernah tergabung dalam kelompok gangster terbesar di negara asalnya, Kanada.

Sejak tahun 2010, hidupnya kian berubah setelah memutuskan memeluk agama Islam. Ia merantau ke sejumlah negara salah satunya Indonesia untuk menyebarkan berbagi cerita tentang transformasi hidupnya.

“It’s cool to be good (Jadi baik itu menyenangkan),” ujarnyaKoordinator Pelaksana Aksi Dang Firman menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas umat Islam di Bandung terhadap saudara-saudara yang berada di Palestina.

Aksi tersebut diikuti oleh 40 ormas dan lembaga di antaranya Kasih Palestina, Amal Mulia, Hijrah Abadi, Pejuang Subuh, Tahajud Call, MT Baiti jannati, Aman Palestin, dan masih banyak lagi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Selamatkan Al Aqsha (AMSA).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: