Durasi Lampu Lalu Lintas Kembali Diatur Ulang

Uji coba rekayasa kawasan Sukajadi-Setiabudhi-Cipaganti telah memasuki evaluasi siklus durasi lampu pengatur lalu lintas di persimpangan yang terdampak.

Petugas kabarnya telah mengumpulkan data volume kendaraan yang terkonsentrasi di jalur-jalur menuju kawasan yang direkayasa.

Yang menjadi fokus utama petugas mengarah ke persimpangan Jalan Dr. Djundjunan (Pasteur)-Jalan H.O.S. Tjokroaminoto (Pasirkaliki)-Jalan Sukajadi. Dengan perubahan jalur, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) dari arah Sukajadi sudah tidak lagi difungsikan dan menyisakan tiga fase APILL persimpangan.

Menurut evaluasi petugas, volume kendaraan dari arah Tol Pasteur sama padatnya dengan arus kendaraan yang menuju Jalan Sukajadi dari arah timur. Tak bisa lagi mengakses Jalan Cipaganti dari arah selatan, arus kendaraan menuju Sukajadi dari arah timur merupakan gabungan dari Jalan Otten, Jalan Nyland via Pasteur, Jalan Cihampelas, dan akses keluar dari jalan layang Pasupati.

Kepala Seksi Manajemen Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bandung, Sultoni menyebutkan, guna menyesuaikan siklus lampu lalu lintas di persimpangan, sejak awal uji coba harus diatur manual oleh petugas melalui alat pengatur APILL.

Dari hasil evaluasi selama 4 hari, telah diperoleh durasi APILL di persimpangan Pasteur-Pasirkaliki-Sukajadi yang mendekati ideal.

“Polanya sudah didapat. Jumat dan Sabtu pola kendaraan wisatawan sudah didapat. Hari kerja juga sudah. Mudah-mudahan Selasa bisa didapat hasil siklus untuk pengaturan antara persimpangan, termasuk persimpangan di lingkar luar kawasan sudah bisa ditentukan,” ungkap Sultoni, di Bandung, Minggu 14 Juli 2019.

Setiap siklus APILL persimpangan dibagi tiga rencana yakni, pagi, siang, serta sore hingga malam. Pengaturan khusus durasi APILL dibagi berdasarkan kebutuhan puncak hari kerja dan hari libur.

Di persimpangan Pasteur-Sukajadi-Pasirkaliki, kebutuhan durasi lampu hijau untuk melancarkan volume kendaraan dari arah Tol Pasteur saat padat diberikan hingga 240 detik, atau saat arus normal paling cepat diterapkan 215 detik.

Dengan perhitungan volume kendaraan yang hampir sama, durasi lampu hijau itu juga diterapkan bagi kendaraan yang berada di Jalan Pasteur dari arah Cihampelas-Cipaganti-Otten.

Sedangkan, untuk kebutuhan arus kendaraan dari Pasirkaliki, diterapkan durasi lampu hijau selama 190 detik saat kondisi padat, dan 120 detik ketika volume kendaraan berkurang.

Di persimpangan Cipaganti-Pasteur-Nyland, durasi lampu hijau diatur merata dengan masing-masing arah 70 detik.

Meski data volume dari setiap arah telah diperoleh, kata Sultoni, petugas masih harus menunggu hasil hingga sisa waktu berakhirnya uji coba, Kamis 18 Juli 2019. Apalagi pada Senin 15 Juli 2019 merupakan hari pertama siswa masuk sekolah. Kondisi itu patut diperhitungkan.

“Data akhir pekan sudah dapat. Kita lihat besok pas mulai hari pertama sekolah. Kita rencana Senin ambil jam puncak sore, kita hitung lagi, gerakannya biar kelihatan. Mudah-mudahan Selasa sudah ketahuan siklusnya,” lanjutnya.
Sultoni menyampaikan, bahwa penerapan durasi lampu hijau tak bisa mengutamakan penguraian kendaraan yang terkonsentrasi di simpang Pasteur-Sukajadi-Pasirkaliki.

Siklus APILL harus memperhitungkan simpang lain di lingkar luar menuju kawasan rekayasa. Selain persimpangan Cihampelas-Wastukancana, simpang DR. Rajiman-Pasirkaliki, dan Pajajaran-Pasirkaliki juga harus diperhitungkan.

“Kita setting ulang traffic light. Tetapi terkoordinasi antarpersimpangan, termasuk sampai ke Radjiman dan Pajajaran,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: