Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal di Bandung Barat Terus Dikembangkan

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat tengah berupaya mengembangkan desa wisata berbasis kearifan lokal. Kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat di beberapa desa dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat Sri Dustirawati menyebutkan, jika kearifan lokal tersebut meliputi adat istiadat dan juga seni budaya masih kental di beberapa desa. “Selain perlu dipertahankan dan dilestarikan, kearifan lokal memang juga merupakan potensi wisata,” ujarnya, Selasa, 30 Oktober 2018.

Ia menyampaikan, pemerintah daerah tengah bekerja sama dengan perguruan tinggi yakni melakukan kajian untuk mengembangkan desa wisata. Hasilnya, terdapat 5 desa wisata yang bakal ditetapkan, yakni Desa Rende (Kecamatan Cikalongwetan), Desa Suntenjaya (Lembang), Desa Mukapayung (Cililin), Desa Sirnajaya (Gununghalu), dan Desa Cihanjuangrahayu (Parongpong).

Dari kelima desa, baru Desa Rende yang sudah mendapatkan Surat Keputusan Bupati tentang penetapan desa wisata. “Keempat desa lainnya masih menunggu SK bupati. Sekarang masih diproses di Bagian Hukum,” ungkapnya.

Menurutnya, pariwisata di Kabupaten Bandung Barat saat ini menjadi salah satu sektor yang cukup penting untuk penyokong ekonomi masyarakat. Pihaknya pun berupaya membenahi sarana dan prasarana, salah satunya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Untuk pengembangan pariwisata di KBB, kami juga senantiasa melibatkan partisipasi masyarakat sekitar. Hal itu untuk meningkatkan potensi wisata daerah yang berdampak pada peningkatan ekonomi daerah setempat,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: