Coworking Space Braga Kota Bandung Diresmikan

Wali Kota Bandung Oded M. Danial telah meresmikan ruang kerja bersama (coworking space) pertama di masa pemerintahannya di RW 8 Kelurahan Braga, Minggu 10 November 2019 siang. Yang lebih penting dari peresmian tersebut ialah keseriusan pemerintah merawat kelangsungan beragam kegiatan warga yang dirintis di sana, mulai dari pelatihan melukis hingga kursus menjahit.

Ruang kerja bersama di RW 8 berada di tengah permukiman padat di belakang Jalan Braga yang terkenal sebagai destinasi wisata. Gedung bekas sekolah tersebut selama ini difungsikan warga sebagai Balai RW tempat melangsungkan beragam kegiatan, mulai dari rapat hingga pesta pernikahan.

Dua pekan sebelum diresmikan Oded, datang 11 unit mesin jahit konveksi bersumber dana tanggung jawab sosial korporasi (CSR) PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (PT. Wege). Pelatihan untuk warga digelar setiap Sabtu siang.

“Kami senang menjadi lokasi program pemerintah ini. Namun kami juga meminta agar ada jaminan keberlanjutan pelatihan-pelatihan di sini. Sebaiknya ditunjuk orang yang bertanggung jawab di sini untuk mengatur itu semua,” ucap Ketua RW 08 Kelurahan Braga Imam Sadikin, ditemui setelah peresmian.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan, bahwa pembentukan ruang kerja bersama merupakan langkah awal menuju kemandirian warga. RW 08 Braga memiliki potensi besar karena berada di kawasan wisata yang strategis. Ia berharap warga dapat menangkap adanya peluang tersebut.

“Di sini ada kegiatan melukis dan menjahit. Wisatawan nanti bsia dibawa ke sini. Coworking space harus menghadirkan kewirausahaan yang mengembangkan perekonomian dan kemandirian,” jelas Oded.

Oded menjelaskan, pembuatan ruang kerja bersama akan dilakukan di titik-titik lain di Kota Bandung. Yang segera menyusul, di antaranya adalah Sukajadi dan Karees. Ia berharap agar ruang serupa dibangun di setiap wilayah di Kota Bandung.

“Yang terpenting sekarang, masyarakat kita bina agar memiliki kemandirian. Kalau usaha berkembang dan layak mendapatkan bantuan modal, kenapa tidak?” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: