Cegah Demam Berdarah dengan Pelihara Ikan Seribu

Salah satu studi yang dilakukan pemerintah Kamboja dan Laos tahun 2009 sampai dengan 2011 melalui bantuan dana WHO menemukan jika ikan gupi adalah salah satu cara termurah sekaligus paling aman untuk menekan perkembangbiakan nyamuk, mengingat selama ini pemusnahan nyamuk penyebab DBD kerap dilakukan dengan bahan kimia. Dua negara tersebut mengakui populasi jentik-jentik di tangki air menurun tajam dengan bantuan ikan gupi. Ikan asal Amerika Tengah dan Selatan ini banyak ditemukan di telaga Asia, di beberapa negara ikan gupi bahkan menjadi pakan ikan besar, dan di negara kita lebih familiar sebagai ikan hias.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan penyebaran virus DBD cukup tinggi. DBD bukan penyakit yang ringan, mulai dari menyebabkan sakit kepala, gangguan persendian dan nyeri otot, demam tinggi, DBD juga sangat bisa menyebabkan kematian. DBD bisa menjadi ancaman 2,5 miliar penduduk dunia, yang 70%-nya merupakan penduduk Asia-Pasifik. DBD jugalah yang menghilangkan nyawa sekitar 20 ribu orang di dunia per tahun. Dan tahun ini, DBD menghantui sebagian besar negara di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk melimpah.

Nah, ikan gupi ini ternyata sangat mudah berkembang biak, karena itu ikan ini disebut ikan seribu. Ikan gupi sanggup beranak hingga ratusan ekor setelah masa kehamilan sekitar satu bulan lho, dan sangat sukamengonsumsi jentik-jentik nyamuk. Inilah yang utama. Bayangkan, jika satu ikan gupi saja bisa melahap ratusan jentik, seberapa besar pengaruhnya memberantas nyamuk pembawa virus DBD tersebut? Jadi ikan ini cukup bermanfaat untuk menjauhkan kita dari virus DBD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: