BMKG Cabut Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa di Tasikmalaya

Suarabandung.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tsunami pasca gempa 6,9 Skala Richter berpusat di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tsunami ini berstatus Awas, diakhiri pukul 02.26 WIB atau dua jam setelah terjadinya potensi tsunami pasca-gempa terjadinya gempa susulan.

“Peringatan potensi tsunami akibat gempa berkekuatan 69 Skala Richter dinyatakan sudah kami akhiri,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangannya di televisi, Sabtu (16/12/2017) dini hari.

Dwi menuturkan, diakhirinya peringatan potensi tsunami didasari karena makin menurunnya kekuatan atau magnitude dari gempa tersebut, hasil pemeriksaan alat pengukur permukaan air laut dan pengecekan langsung petugas di pesisir Selatan Jawa.

Ia menyebutkan, sempat terjadi tiga gempa susulan pasca-gempa 6,9 SC di wilayah Tasikmalaya dengan kedalaman 107 km.

Ketiga gempa tersebut berkekuatan 3,4 SC, 3,2 SC dan 3,4 SC. Itu berarti, kekuatan atau magnitude gempa semakin rendah dan stabil pasca-gempa pertama yakni 6,9 SC.

Sedangkan, menurut hasil pemeriksaan permukaan air laut menunjukkan tidak ada peningkatan atau pasang air laut yang signifikan.

Dengan dicabutnya peringatan potensi ini, BMKG pun mengimbau warga yang terdampak gempa untuk kembali ke tempat tinggalnya masing-masing.

Diharapkan masyarakat untuk mengecek bangunan tempat tinggal sebelum melakukan aktivitas sehar-hari. Masyarakat pun diimbau untuk mengikuti arahan petugas BPPD.

Tak hanya itu, masyarakat diminta mengikuti informasi terkait gempa dari lembaga resmi BMKG dan diharapkan tidak mudah percaya dengan adanya isu gempa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: