Benarkah Banjir di Bandung karena Kasur? Satgas Citarum Harum Ungkap Soal Sampah Besar

Kawasan di Kota Bandung yang kerap dilanda banjir adalah kawasan Pagarsih dan Pasirkoja. Meski sudah ada tol air di Pagarsih, banjir masih terjadi di dua kawasan yang berdekatan tersebut.

DPU (Dinas Pekerjaan Umum) Kota Bandung kini berusaha mencari penyebab banjir di kawasan tersebut. Dan akhirnya penyebabnya pun diketahui.

Kasur bekas menjadi penyebabnya banjir di dua kawasan tersebut. DPU Kota Bandung melaporkan, tak hanya tumpukan sampah plastik yang menghambat aliran air, kasur bekas yang dibuang warga membuat aliran air tersendat.

“Dari mana datangnya banjir di Gang Pasantren, Pasirkoja? Ternyata ini penyebabnya,” ucap DPU Kota Bandung dalam keterangan foto penemuan kasur bekas di Pasirkoja via akun media soaial.

Komandan Sektor 22 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf. Asep Rahman Taufik membenarkan bahwa warga Kota Bandung masih banyak yang membuang sampah dan barang bekas ke sungai. Perabot rumah tangga bekas kerap ditemukan Satgas Citarum Harum di beberapa sungai di Kota Bandung.

Tak hanya sampah di beberapa titik di Kota Bandung, aliran sungai pun mengalami penyempitan. Banyak rumah warga yang dibangun di bantaran sungai.

“Tapi banjir ini tidak lama, tidak sampai sejam setelah hujan reda, banjir sudah tidak ada,” ungkapnya.

Guna mengantisipasi adanya banjir, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Bandung menggelar program Mapag Hujan. Program itu merupakan program yang digelar untuk membersihkan sungai-sungai yang da di Kota Bandung.

Dalam program Mapag Hujan, Satgas Citarum Harum ikut serta. Masih saja banyak ditemukan di sungai karena masih banyaknya warga yang buang sampah ke sungai.

“Alhamdulillah sampah yang terangkut (saat Mapag Hujan) cukup banyak, tapi kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah (ke sungai) belum tuntas karena masih banyak sampah di sungai,” ujar Asep.

Ia meminta warga untuk tidak membuang sampah lagi ke sungai. Terlebih, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung saat ini telah membuat program Jemput Sampah agar warga tak membuang sampah besar seperti kasur dan lemari es ke sungai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: