Aplikasi Digital Ubah Gaya Paket Wisata Bandung

Gaya penawaran wisata Kota Bandung sudah terbilang sulit. Pasalnya, ditengah era digital ini, dibutuhkan dukungan aplikasi yang dapat memudahkan wisatawan menemukan pilihan atraksi sesuai dengan segmen dan juga selera.

“Inovasi-inovasi tentu kita butuhkan. Sekarang kan era digital. Masak masih pakai cara manual. Kita coba cari inovasi yang bisa menangkap dan memudahkan customer kita, para wisatawan,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari, di tengah kompetisi Vacathon 2019, di Hotel Savoy Homann, Bandung, pada Senin 29 April 2019.

Penawaran sejumlah atraksi dilakukan banyak aplikasi yang fokus pada pariwisata. Tetapi, jenis atraksi yang ditawarkan bagi wisatawan masih berkutat pada destinasi wisata sektor swasta. Seringkali tujuan wisata diarahkan ke tempat wisata di luar Kota Bandung.

Kenny menyampaikan, sebenarnya memang banyak destinasi wisata yang belum terungkap ke banyak wisatawan. Paket wisata yang ditawarkan harus tepat sasaran untuk kebutuhan wisatawan.

Hak yang cukup sering ditanyakan wisatawan ialah destinasi mana saja yang bisa dikunjungi serta pengalaman apa saja yang bisa mereka dapatkan.

“Ujung-ujungnya apa yang bisa mereka beli dari Kota Bandung. Saya yakin di kewilayahan dan kecamatan masih banyak potensi wisata. Hanya belum terangkat, belum tereksplorasi. Nah, dengan kegiatan ini bisa membantu dalam rangka menyusun paket wisata inbound ini,” ujar dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: