Apakah Perbedaan Keju Orange dan Keju Putih?

Keju adalah salah satu makanan favorit orang-orang di seluruh dunia, terutama Eropa dan Amerika. Orang Amerika biasanya lebih menyukai keju putih karena termasuk keju serbaguna dan paling banyak dijual di pasaran.

Dilansir dari Huffington Post, jika Anda ingin memilih keju yang berkualitas tinggi, sebaiknya Anda pilih keju yang masih berkulit dan berbintik putih kecil di permukaan. Bintik putih adalah tanda usia keju yang sudah tua dan rasanya akan lebih kuat.

Keju dibedakan menjadi dua yaitu warna putih dan oranye. Selain memilih karena warnanya, berapa lama usia keju dan rencana penggunaan keju tersebut juga perlu diperhatikan. Tapi jika untuk memutuskan antara keju putih atau keju oranye, itu adalah tergantung dengan selera.

Proses pembuatan keju putih atau cheddar yaitu berasal dari dadih (susu sapi yang dikentalkan) yang dibentuk menjadi roti dan ditumpuk di atas satu sama lain untuk menghilangkan kelebihan whey. Proses menumpuk dadih yang diulang-ulang memberi keju tekstur yang lembut dan berlapis setelah usianya menua.

Sedangkan, proses membuat keju oranye sedikit berbeda. Josh Windsor, asisten manajer di Murray’s Cheese mengatakan proses pembuatankeju biasa hanya ditambahkan pewarna. Kebanyakan pembuat keju mewarnainya dengan pewarna annatto. Pewarna itu diperoleh dari biji buah pohon achiato, yakni sejenis tumbuhan tropis.

“Warna keju tidak memengaruhi rasa kejunya sedikit pun,” ujar Brian Gillbert, kepala pembuat keju di Beecher’s Handmade Cheese.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: