Apakah Kopi Bisa Menyebabkan Migrain?

Kafein tidak hanya terdapat pada kopi, tetapi kafein juga ada pada teh dan minuman bersoda. Apa hubungannya kafein dengan migrain atau sakit kepala sebelah?

Sebuah studi observasi yang dilakukan oleh peneliti di Boston berupaya mengungkap seberapa banyak konsumsi kafein yang dapat menyembuhkan sakit kepala migrain, atau malah sebaliknya memicu penyakit itu. Para ahli percaya jika kafein membantu memblokir adenosin –molekul yang terlibat dalam serangan migrain– dari pengikatan ke reseptor di otak, sehingga banyak orang menggunakannya sebagai obat migrain.

Kafein merupakan bahan dalam banyak obat migrain yang dijual bebas. Namun, beberapa penderita migrain juga mengatakan bahwa mengonsumsi kafein dapat menyebabkan sakit kepala parah.

“Masalah kompleks dengan kafein kadang berbahaya dan kadang bermanfaat,” ujar Elizabeth Mostofsky, seorang peneliti epidemiologi kardiovaskular di Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston, dilansir dari Time dan Antara, 9 Agustus 2019.

Temuan penelitian ini menunjukkan jika tiga porsi minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda dalam sehari sepertinya menjadi titik kritis kafein menjadi pemicu migrain. Satu porsi biasanya didefinisikan sebagai delapan ons kopi, enam ons teh, 12 ons soda, atau dua ons minuman energi.

Biasanya dengan menenggak tiga porsi atau lebih dikaitkan dengan risiko sakit kepala yang lebih tinggi baik pada hari itu dan keesokan harinya. Lantaran banyak penderita migrain menggunakan kafein sebagai obat untuk sakit kepala.

Tetapi, fakta bahwa orang lebih cenderung mengalami sakit kepala sehari setelah konsumsi kafein yang tinggi menunjukkan jika minuman tersebut menyebabkan, bukan mengobati migrain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: