400.150 Baby Lobster Dilepasliarkan di Perairan Karang Luhur, Pantai Barat Pangandaran

Petugas kabarnya telah menggagalkan aksi penyelundupan oleh para pelaku di perairan sungai Jambi dan mengamankan sebanyak 400.150 baby lobster serta 75.000 sidat.

Kemudian sebanyak 95.245 baby lobster dilepasliarkan di perairan Karang Luhur pantai barat Pangandaran dan 75.000 benih sidat di beberapa sungai di Kab. Pangandaran oleh pihak Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Bandung bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut Pangandaran, Polair Polres Ciamis, Pokmaswas dan Dinas Kelautan, Perikanan Dan Ketahanan Pangan Kab Pangandaran.

“400.150 baby lobster jenis pasir dan mutiara serta 75.000 sidat itu hasil sitaan dari para pelaku penyelundupan di Jambi,” ujar Kepala BKIPM Bandung, Deddy Arief, Sabtu, 13 Juli 2019.

Deddy menyebutkan, baby lobster dan sidat ini merupakan hasil operasi tangkap tangan BKIPM kerja sama dengan Polda Jambi yang hendak diselundupkan oleh pelaku ke negara Vietnam melalui Singapura.

“Pelaku membawa dan menyelundukan baby lobster ke Singapura dengan menggunakan perahu speedboat,” ungkapnya.

Menurutnya, pelaku penyelundup ditangkap di atas speedboat yang hendak berangkat melalui jalan tikus sebuah sungai menuju laut lepas.

“Akhirnya petugas bisa mengejar dan kami tangkap pelakunya bersama barang bukti ketika perahu yang sedang dinaiki pelaku mau masuk ke laut,” jelasnya.

Berdasarkan arahan dari Menteri Kelautan Dan Perikanan baby lobster dan benih sidat yang dilepasliarkan untuk di Pangandaran baby lobster jenis pasir 86.895 ditambah jenis mutiara 8.350 ekor total 95.245 ekor ditambah 75.000 ekor sidat, untuk di Kab Cilacap: baby lobster jenis pasir 180.470 ekor ditambah jenis mutiara 10.000 ekor total 190.470 ekor dan ke Karimun Jawa untuk baby lobster jenis pasir 104.435 ekor ditambah jenis mutiara 10.000 total 114.435 ekor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: