Tiga Aksi Teror Surabaya dan Sidoarjo

Suarabandung.com – Terdapat tiga aksi teror yang dilakukan oleh tiga keluarga yang berbeda. Aksi teror dilakukan tersebut berada di Surabaya dan Sidoarjo.

Aksi bom bunuh diri pertama dilakukan di tiga gereja yang melibatkan atas ayah dan ibu beserta empat anaknya pada Minggu (13/5) pagi. Sang ayah, Dita Oepriarto, meledakkan diri di GPPS Jalan Arjuna. Sedangkan, si ibu, Puji Kuswati, meledakkan diri bersama kedua putrinya berinisial FS dan PR di GKI Jalan Diponegoro.

Kedua anak laki-laki, Dita dan Puji, meledakkan diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel. YF dan FH bergerak secara terpisah dari orang tuanya dengan naik sepeda motor kemudian meledakkan diri.

Aksi kedua ledakan bom terjadi di Rusun Wonocolo, Sidoarjo yang merupakan hunian milik terduga teroris. Bom meledak akibat kesalahan pelaku.

“Untuk ledakan pertama itu kemungkinan besar oleh pelaku sendiri karena kecelakaan,” ujar Tito dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018).

Beberapa jam setelahnya, ledakan pun terjadi kembali di Mapolrestabes Surabaya yang dilakukan oleh satu keluarga. Satu keluarga menggunakan dua motor meledakkan diri di gerbang Mapolrestasbes Surabaya pada Senin (14/5) pukul 08.50 WIB.

Empat orang dari lima anggota keluarga tewas di tempat. Empat polisi dan enam warga terluka akibat ledakan tersebut. Satu anggota berinisial A yang selamat mendapatkan perawatan yang intensif.

Polisi sudah memastikan semua pelaku teror di Surabaya dan Sidoarjo adalah satu keluarga. Barang bukti berupa kartu keluarga (KK) telah ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: