Solusi Kemacetan di Jalan Layang Soekarno-Hatta Bandung

Menurut pengamatan transportasi Institut Teknologi Bandung Sony Sulaksono Wibowo, pembangunan jalan layang di beberapa persimpangan di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung sudah mendesak. Karena mobilitas warga sering terhambat.

“Jalan layang penting untuk mengurai kemacetan di perlintasan sebidang seperti di jalan Soekarno-Hatta. Efektif atau tidak, bergantung jumlah kendaraan  yang melintasnya tapi menurut saya, Bandung memang harus sudah menambah jalan layang,” ungkap Sony dalam wawancara yang disiarkan Radio PRFM, Sabtu 8 September 2018.

Saat rencana pembangunan jalan layang disiapkan, ia mengatakan, pemerintah sebaiknya memberlakukan pengaturan jam kendaraan. seperti, mulai pukul 6.00-7.00 pengguna sepeda motor harus didahulukan.

“Karakteristik pengguna kendaraan perlu dianalisis. Kebanyakan yang melitasi jalan Soekarno-Hatta adalah sepeda motor, maka pada pagi hari pengguna sepeda motor harus didahulukan, lalu kendaraan roda empat,” ungkap Ketua Masyarakat Transportasi Jabar itu.

Sedangkan guna merealisasikan cetak biru pembangunan transportasi massal, pemerintah seharusnya melakukan penataan ulang tata ruang kota. Menurut Sony, hal tersebut perlu dilakukan agar sistem transportasi yang dibangun berjalan sesuai dengan harapan.

“Tata ruangnya harus ditata kembali. Kalau menurut saya, Kota Bandung tidak pas membangun underpass mengingat posisi Bandung ini berada di cekungan. Kalau mau membangun underpass, harus ditata terlebih dahulu, khawatirnya kalau langsung dibangun underpass nanti kebanjiran,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: