Soal Status Cagar Alam Kamojang, Pengendalian Ada di Pemkab Garut

Pengubahan kawasan cagar alam menjadi kawasan wisata dan permukiman dapat menyebabkan terjadinya bencana. Pemerintah daerah tentu harus mampu mengendalikan tatanan pengubahan kawasan tanpa menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitarnya.

Perubahan lingkungan di wilayah Garut, contohnya, sempat menyebabkan bencana banjir tidak hanya di Garut. Tetapi hingga ke Kabupaten Bandung.

“Ini hasil dari pengecekan kami atas LKPJ Gubernur di Garut beberapa waktu lalu,” ucap anggota Komisi IV DPRD Jabar Gatot Tjahyono Senin 21 Januari 2019.

Menurutnya, kunci pengendalian perubahan kawasan berada di tangan pemerintah daerah. Pembiaran perubahan kawasan atau pemberian izin di luar Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dikategorikan ke dalam pelanggaran.

Diakuinya, pengubahan kawasan cagar alam atau kawasan lainnya menjadi kawasan wisata seringkali merusak lingkungan. Meskipun demikian, kata Gatot, tak berarti melarang adanya kawasan wisata.

“Perizinan pendirian bangunan baru harus diperketat. Hanya 15% yang diizinkan,” ungkapnya.

Terkait Cagar Alam Kamojang, Gatot menyebutkan, sebagai penyangga lingkungan hidup memang telah mengalami deforestasi. Banyak terjadi pengubahan lahan di luar kepentingan lingkungan hidup. Hal tersebut tak hanya membahayakan lingkungan setempat.

“Tapi ini akan berdampak juga pada lingkungan sekitarnya,” kata dia.

Gatot mengungkapkan, pemerintah Kabupaten Garut seharusnya mampu mengendalikan penerbitan izin di luar lahan lingkungan hidup. Pemerintah daerah harus lebih berhati-hati dalam memberikan izin pengubahan kawasan.

Cagar Alam Kamojang yang luasnya diperkirakan 4.200 hektare adalah kawasan pengembangan panas bumi terbesar di Indonesia. Gatot menambahkan, saat ini panas bumi Kamojang dimanfaatkan oleh PLN dan institusi lainnya.

“Saya kira untuk kawasan panas bumi, tidak ada masalah. Namun yang di luar panas bumi ini harus berhati-hati dalam mengeluarkan izin untuk pemanfaatan wisatanya,” ujarnya.

Aktivis Pencetus Gerakan Save Ciharus dan Sadar Kawasan Pepep Didin Wahyudi menyampaikan, ada penurunan status Cagar Alam Kamojang dengan dijadikannya sebagai taman wisata alam.

Ia melanjutkan, masyarakat telah terbuka dengan informasi mengenai sakralnya kawasan cagar alam.

Namun, kata Pepep, pemerintah malah berniat melegalkan aktivitas wisata dengan mengubah status kawasan konservasi.

Menurut Pepep, legaisasi tersebut tak hanya berdampak pada datangnya wisatawan baik wisatawan biasa, pendaki, sampai pemotor trail. Ia pun mengkhawatirkan akan terjadi eksploitasi besar-besaran bila kawasan Cagar Alam Kamojang menjadi taman wisata alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: