Ruang Terbuka Hijau di Bandung Kurang 3.000 Hektare

Pertumbuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Bandung saat ini baru sekitar 12,21 persen. Idealnya setiap daerah memiliki RTH sebesar 30 persen.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan Kota Bandung Dadang Darmawan menyebutkan, selama lima tahun terakhir penambahan RTH hanya satu persen atau sekitar 0,2 persen per tahunnya.

“Kota Bandung yang memiliki luas sekitar 16 ribu hektare seharusnya memiliki RTH 30 persen atau sekitar 5 ribu hektare. Saat ini kita baru 12,21 persen atau sekitar 2.000 hektare, masih kurang 3.000-an hektare lagi,” ungkap Dadang di Balai Kota Bandung, pada Kamis (31/1/2019).

Dadang menyamapikan, dari minimal 30 persen itu terdiri dari 20 persen milik publik dan 10 persen milik pribadi seperti sawah, kolam dan ladang warga. Sehingga dua hal ini nantinya akan terus didorong pemerintah agar terus menambah RTH di Kota Bandung.

Pada tahun ini, Dadang menjelaskan, pemerintah menganggarkan sekitar Rp 12,5 miliar untuk menambah RTH. Ia memprediksi dengan harga tanah di Kota Bandung yang rata-rata Rp 1-2 juta per meter hanya dapat menambah sekitar 6.000 meter.

“Potensi lain ada penyerahan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) yang diserahkan dari pengembang perumahan pada kita. Tahun ini ada potensi penambahan sekitar 40 hektar,” ujarnya.

Menurutnya, penyerahan PSU ini merupakan yang pertama kali setelah lima tahun terakhir tidak ada. Sebab pada tahun ini pemerintah melakukan revisi Perda Nomor 7 Tahun 2013 mengenai PSU. Sehingga setiap kawasan perumahan yang memiliki luas 5 ribu meter wajib menyediakan PSU 40 persen.

“Selama ini banyak yang tidak menyerahkan karena sanksi terlalu ringan. Maka melalui revisi kita akan buat aturan lebih tegas,” kata Dadang.

Dadang juga berharap revisi Perda dapat selesai pada triwulan pertama 2019. Ia melanjutkan, sehingga penambahan RTH di Kota Bandung dari penyerahan PSU dapat meningkat secara signifikan, ditambah dari penyediaan lahan yang bersumber dari uang pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: