Pucuk Kopi Arabika Warna Cokelat

Kopi arabika matang yang berwarna cokelat berpeluang menjadi potensi bisnis baru komoditas di  Jawa Barat. Petani kopi di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut inginkan dengan adanya penelitian dan pengembangan benih kopi warna cokelat ini, bisa diketahui dan disukai konsumen.

Petani kopi dari Kecamatan Cikajang, Maulana, Kamis, 18 April 2019 menuturkan, jika di sekitar desanya diketahui ada dua pohon induk kopi warna cokelat ini, yang satu miliknya dan yang satu lagi milik masyarakat yang sudah lama berada.

Kedua pohon kopi tersebut diketahui umurnya sudah tua, dimana panenannya dijual dicampurkan dengan kopi arabika atau dikonsumsi sendiri, bahkan masyarakat biasa menggunakan pucuknya berwarna ungu sebagai kopi obat.

Maulana menyebutkan tak mengetahui pasti, berapa umur pohon induk kopi warna cokelat itu namun diduga sudah tua. Buah kopinya saat masih muda berwarna ungu, namun saat sudah matang menjadi berwarna cokelat.

“Jika kemudian rasanya ternyata disukai konsumen, bisa menjadi peluang baru varietas kopi yang potensi pasarnya bagus dari Jawa Barat dan pembenihannya dapat dilakukan penelitian dan pengembangan oleh pemerintah. Namun jika rasanya kurang enak, ya untuk apa dikembangkan ,” ungkap Maulana, saat mengikuti pelatihan pembuatan agensi pengendali hayati, pada sub unit pelayanan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, di Cikajang.
 
Petugas lapangan Balai Perlindungan Perkebunan (BPP) Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Yuda Muhammad Zaelani menduga, kopi berwarna cokelat berasal dari jenis arabika varietas Purpurascens, yang diketahui di Cikajang sedikitnya ada lima pohon yang umurnya tampak sudah tua. Buah kopi Purpurascens diketahui saat masih matang berwarna ungu, namun setelah matang warnanya menjadi cokelat.

Informasi diterima “PR” Online dari Perkebunan Kopi Los Lajones, Boquete, Panama, Amerika Tengah,  menyebutkan, buah kopi warna cokelat berasal dari jenis arabika varietas Purpurascens  dengan nama lain yakni Purpurea dimana populasinya tersebar di seluruh Amerika Tengah. Pada  sejumlah lokasi kawasan pertanian tua, biasanya ditemukan pohon-pohon kopi arabika Purpurea  yang umurnya sekitar 30 tahun. 

Kopi cokelat arabika Purpurascens tersebut memiliki citarasa yang baik. Olahan pasca panennya pun dapat dibuat dalam bentuk kopi honey.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: