Perajin Tenun Gadod di Nunuk Baru

 Jumlah perajin kain tenun tradisional “Gadod” di Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka memang semakin berkurang dan rata-rata sudah berusia lanjut. Maka dari itu, diperlukan pengembangan dan juga regenerasi.

Sekretaris Desa Nunuk Baru Wakub Ramdika menyebutkan, jika pihaknya akan terus berusaha menjaga dan mengembangkan Tenun Gadod, sekaligus memberdayakan potensi sumber daya manusia (SDM) di daerahnya.

“Saya optimistis kalangan muda di Nunuk Baru ini bisa meneruskan kegiatan tenun,” ungkapnya, dilansir laman “PR” Online pada Rabu 27 Maret 2019.

Menurut Wakub, kalangan muda untuk berkiprah dalam kerajinan Tenun Gadod memiliki potensi yang sangat besar. “Kita akan terus mendorong, sehingga kekayaan Tenun Gadod tetap lestari,” ujarnya.

Ditambah, ucapnya, keberadaan bahan baku tanaman kapas (kapas honje) banyak tersedia di Nunuk. “Wilayah Nunuk Baru sendiri luas. Banyak sekali potensi bisa dikembangkan,” terangnya.

Seorang perajin Tenun Gadod berusia sekitar 70-an, Maya menuturkan, jika anak-anak muda di Nunuk belum banyak yang menjadi perajin tenun.

Saat ini, kata dia, jumlah perajin tenun yang aktif sedikit dan sebagian sudah berusia lanjut. Dia mencontohkan, ada Ma Suma dan Suniah.

“Kalau dulu, saya mah sejak kecil sudah aktif menenun. Dan itu berlangsung sampai sekarang,” lanjutnya.

Dia menambahkan, Tenun Gadod ini antara lain untuk dibuat karembong (selendang) dan syal. Produknya bahkan sudah dikenal luas. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: