Penyebab Harga Cabai Rawit di Garut Naik Menjadi Rp 60 Ribu

Suarabandung.com – Harga cabai rawit di Kabupaten Garut, Jawa Barat, telah melonjak naik. Kenaikan harga disebabkan oleh berbagai faktor.

Pasar Guntur Ciawitali, Tarogong Kidul, Garut, harga cabai menembus Rp 60 ribu rupiah per kilogram.

Iyang (45) seorang pedagang cabai menyebutkan, bahwa kenaikan harga cabai rawit terjadi sejak 11 hari terakhir.

“Awalnya harga rawit itu sekitar 40 sampai 45 ribu (rupiah). Kalau sekarang kisaran 60 ribu (rupiah),” ujar Iyang, pada Jumat (9/3/2018).

Ia menjelaskan, gagal panen menjadi faktor utama naiknya harga cabai.

“Cuaca kan buruk terus dari awal tahun. Kebanyakan gagal panen, jadi pasokan berkurang,” ujarnya.

Pedagang cabai di pasar-pasar tradisional di Garut menjual cabai lokal yang didapat dari petani di wilayah Kecamatan Pasirwangi. Alasannya karena kualitas cabai lokal dianggap lebih bagus.

Karena alasan itulah, Iyang dan para pedagang cabai rawit di Pasar Guntur Ciawitali harus berbagi pasokan dengan pedagang di pasar lain.

“Ya memang karena kualitasnya lebih bagus. Kita berbagi dengan pedagang di pasar lain. Jadi pasokan ke sini enggak bisa banyak,” jelas Iyang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: