Nasib Calon Jemaah Firsh Travel

Suarabandung.com – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak menuturkan, bahwa jumlah korban agen perjalanan First Travel semakin terus bertambah.

Para calon jemaah tak kunjung diberangkatkan meski telah lewat waktu yang dijanjikan.

“Dari penelusuran data First Travel, total jemaah promo yang daftar bulan Desember 2016 sampai Mei 2018 ada 72.682 orang,” ujar Herry di Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Terdaftar sebanyak 14.000 orang sudah diberangkatkan. Sementara sisanya masih belum diberangkatkan ke tanah suci meski sudah membayar dengan lunas.

“Yang belum berangkat ada 58.682 orang,” ujar Herry.

Bahkan para calon jemaah yang belum diberangkatkan sudah bertambah menjadi 59.000 calon jemaah.

Herry menuturkan, sebagian korban telah menyampaikan keluhan mereka ke crisis center di Bareskrim Polri.

Banyak korban yang mengeluhkan belum menerima uang dan paspor kembali meski sudah mengerungkan diri untuk berangkat.

Para jemaah gagal berangkat meski sudah menambah biaya untuk carter pesawat sebesar Rp 2.500.000.

“Parahnya, ada yang sudah bayar lunas dan diarahkan ke bandara, tapi tidak diberangkatkan,” ucap Herry.

Direktur Utama First Travel Andika Surachman dan sang istri merupakan pelaku utama dalam melakukan penipuan dan penggelapan uang para calon jemaah.

Ia dibantu oleh sang istri, Anniesa Hasibuan dan adik iparnya, Siti Nuraidah Hasibuan.

Tersangka menjanjikan calon jemaah untuk berangkat umrah dengan target waktu yang suah ditentukan.

Hingga batas waktu yang dijanjikan, para calon jemaah tak kunjung menerima jadwal keberangkatan. Tak hanya itu, sejumlah korban mengaku diminta biaya tambahan untuk dapat segera berangkat.

Para tersangka memjanjikan promosi dengan biaya murah di bawah ketetapan Kementerian Agama, yakni Rp 14,3 juta.

Ia pun menjanjikan para pelanggannya akan mendapatkan fasilitas VIP meski membayar dengan murah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *