Minimarket di Lembang Ditembok, Karena Tak Izin Pemilik Lahan

Suarabandung.com – Benteng setinggi 1,5 meter dibangun di sebuah minimarket, terletak di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ditembok karena tidak meminta izin.

“Tidak ada masalah. Itu salah paham saja antar pemilik minimarket dan pemilik lahan parkir,” kata Ketua RW 15, Desa Cikole, Kecamatan Lembang Pendi saat ditemui detikcom di Kantor Desa Cikole, Selasa (5/12) kemarin.

Pendi menyebutkan aparat pemerintahan desa setempat sudah mempertemukan antara pemilik minimarket dan pemilik tanah.

“Sudah bertemu, sudah clear. Coba kalau pemilik minimarket izin terlebih dahulu kepada pemilik lahan tidak akan ada cerita-cerita seperti ini (minimarket di pasang benteng),” ujarnya.

Pendi menilai pemasangan benteng yang dilakukan pemilik lahan tidak menjadi masalah karena sudah menjadi haknya. Menurutnya ini hanya kesalahpahaman.

“Salah paham, pastinya pemilik lahan akan merasa tidak dihargai karena lahan miliknya digunakan untuk parkir pelanggan minimarket itu,” ucapnya.

Pendi pun menuturkan, tampak bangunan depan minimarket akan diubah yang tadinya menghadap ke arah utara jadi ke arah barat atau menghadap Jalan Tangkuban Parahu.

Ia bertemu dengan koordinator lapangan minimarket dan berbincang tentang pemasangan benteng tersebut. “Sudah bertemu, sementara ditutup dulu, mau diubah dulu depannya,” imbuhnya.

Pendi mengklaim, jika pembangunan minimarket sudah mengantongi izin dan tidak ada penolakan dari warga. “Sudah ada (izinnya), warga tidak ada yang menolak. Masalah benteng itu hanya kesalahpahaman. Selain itu, itu kan hak pemilik tanah,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: