Menguntungkan, Petani Sayuran Lembang Ganti Tanam Lemon

Sejumlah petani di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, memilih untuk mengganti tanaman sayuran dengan jeruk lemon. Di samping lebih mudah mengurusnya, budidaya jeruk lemon dianggap lebih potensial dan menguntungkan.

Salah seorang petani asal Desa Wangunharja, Arifin sudah sejak tiga tahun lalu memulai menanam pohon lemon di lahan pertanian seluas sekitar dua hektare.

Dengan harga bibit satu pohon Rp 20.000, terdapat sekitar 1.500 pohon lemon yang kini bisa ia panen setiap hari.

“Dulu sayur, diganti lemon karena perawatannya lebih mudah. Kalau menanam sayur itu kan harus bongkar pasang. Maksudnya, ketika sudah dipanen harus menanam lagi. Sementara lemon itu sekali menanam pohon bisa sampai lebih dari 10 tahun dipanen,” ungkapnya, Selasa 11 September 2018.

Dengan masa tanam di Lembang sekitar 10 bulan, pohon lemon dapat langsung bisa dipanen. Dari 1.500 pohon tersebut, dia mengaku dapat memanen lemon hingga sebanyak satu ton setiap harinya. Ada empat jenis lemon yang ditanam yakni lemon california, lemon jus, dan nipis jumbo.

Arifin enggan menyebut omzet yang diperoleh, namun ia mengaku bahwa lemon dengan kualitas yang bagus dijual Rp 15.000-17.000 per kilogramnya, sedangkan lemon lainnya dijual Rp 10.000-12.000 per kilogram.

“Omzetnya lumayan lah. Saya bisa panen setiap hari. Beda dengan sayuran, misalnya, kalau kemarau ya berhenti,” ujarnya.

Harga jual lemon yang ditanamnya relatif stabil tak akan pengaruh dengan faktor cuaca. Melalui suplier, lemon yang di produksi dijual ke Jakarta, Malang, hingga Bali.

“Paling kalau ada banyak impor lemon, baru harga jual lemon ikut terpengaruh,” tuturnya.

Dengan adanya permintaan pasar yang cukup banyak, ke depan ia berencana akan menambah lagi lahan untuk lemon.

“Banyak keuntungannya. Saya berencana menambah lagi, tapi masih mau menanam sayuran. Biaya perawatan buat lemon juga enggak banyak, beda dengan sayuran. Buat obat-obatan sebulan dua kali, pemupukan enam bulan sekali. Buat obat, untuk dua hektare paling habis sekitar Rp 1 juta. Jadi, sebulan itu sekitar Rp 2 juta,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: