Maag Akut Vs Maag Kronis

Suarabandung.com – Penyakit maag merupakan salah satu penyakit pada saluran pencernaan yang banyak diderita masyarakat, dan sering terdengar di telinga kita kata “maag” diikuti dengan kata “kronis” menjadi maag kronis dan terkadang diikuti dengan kata “akut” menjadi maag akut. Lantas apa perbedaan dari kedua jenis maag tersebut.

Nah, Istilah maag berasal dari bahasa Belanda yang berarti lambung. Dalam bahasa medis penyakit maag ini disebut dengan gastritis yang berarti peradangan pada lambung.

Pada sebagian besar orang penyakit maag bukanlah penyakit yang serius yang dapat sembuh dengan cepat setelah diberikan pengobatan namun pada sebagian orang penyakit ini dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, karena penyakit ini berkembang secara kronis, dan Penyakit maag ini terbukti amat menggangu setiap aktifitas dan bahkan dapat membuat penderita tidak dapat melakukan aktivitasnya secara normal.

Penyakit maag akut merupakan suatu peradangan yang terjadi pada dinding bagian dalam lambung, bersifat akut dan ditandai dengan kerusakan berupa pengikisan pada permukaan dinding bagian dalam lambung. Istilah maag akut ini digunakan untuk menggambarkan penyakit maag yang terjadi secara tiba-tiba, dalam waktu singkat. Untuk menggambarkan rasa sakit (tingkat nyeri), istilah maag akut digunakan untuk menggambarkan penyakit maag dengan rasa sakit pada perut yang hebat.

Penyakit maag kronis merupakan suatu peradangan yang terjadi pada dinding bagian lambung, bersifat kronis berupa peradangan pada permukaan dinding hingga peradangan pada seluruh lapisan dinding bagian dalam lambung. Istilah maag kronis ini digunakan untuk menggambarkan penyakit maag yang terjadi dalam periode lama dan berulang. Berbeda dengan maag akut, pada maag kronik proses peradangan terjadi perlahan -lahan, semakin lama semakin bertambah parah dan tentu semakin berbahaya.

Faktor yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit maag akut seperti konsumsi obat -obatan Anti Inflamasi Non-steroid (OAINS), minuman yang mengandung alkohol, makanan yang pedas, minuman yang mengandung kafein, makanan yang mengandung bumbu-bumbu dari bahan kimia, dan pada keaadaan sering terlambat makan atau sering makan tidak teratur.

Faktor – faktor tersebut menyebabkan adanya maag akut dengan cara mengiritasi permukaan lambung. Berbeda dengan maag akut, penyakit maag kronik berkaitan erat dengan infeksi kuman Helicobacter pylori. Penyakit maag akut biasanya muncul dengan gejala nyeri pada perut bagian ulu hati, perut kembung, mual dan muntah dan pada bentuk yang berat dapat terjadi perdarahan pada saluran cerna yang ditandai muntah darah bewarna hitam dan tinja yang bewarna hitam akibat pengikisan yang berlebihan pada dinding dalam lambung.

Sedangkan penyakit maag kronis ini dapat muncul tanpa gejala yang berat atau secara perlahan, seperti mual, perut kembung, banyak bersendawa, penununan nafsu makan dan hanya sebagian kecil yang merasa nyeri ulu hati dan munath, namun keluhan-keluhan tersebut dirasakan berulang dapat menghilang selama beberapa hari lalu kemudian muncul kembali.

Gejala yang muncul memang bersifat ringan, namun bukan berarti maag kronis adalah penyakit yang ringan, karena penyakit maag kronis inilah yang justru memiliki risiko yang dapat berkembang menjadi tukak lambung hingga kanker lambung.

Pada penyakit maag akut sendiri, pengobatan dilakukan dengan cara menghindari faktor – faktor yang dapat menjadi pemicu timbulnya gejala, mengusahakan makan dengan porsi kecil, tapi lebih sering dengan pengaturan makan yang teratur setiap tiga jam sekali, dan mengkonsumsi obat maag yang dapat menurunkan asam lambung.

Nah, sedangkan penyakit maag kronis sering kali pengobatan dengan diet dan obat maag tidak dapat menyembuhkan penyakit ini hingga tuntas, hal ini dikarenakan pada maag kronis terdapat infeksi oleh kuman Helicobacter pylori, oleh karena itu pengobatan maag kronis memerlukan antibiotik untuk membasmi kuman, agar penyembuhannya lebih maskimal gunakanlah kombinasi 2 jenis antibiotik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *