Kemarau Panjang, Omzet Penjualan Air Keliling Meningkat

Suarabandung.com – Musim kemarau berkepanjangan melanda beberapa daerah, terutama Kota Cirebon, Jawa Barat, membuat omzet sejumlah penjual air keliling meningkat.

Sutarno penjual air keliling asal Kabupaten Kuningan di Kota Cirebon mengatakan, musim kemarau yang masih berlangsung ini menyebabkan kebutuhan air sejumlah warga yang tinggal di beberapa perumahan meningkat dibandingkan musim hujan.

“Seperti di Perumahan Taman Kalijaga, Pamengkang, Bumi Cirebon, kebutuhan air bersih bagi sejumlah warga tetap mengandalkan penjual air keliling karena belum terpasangnnya sambungan air bersih dari PDAM setempat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, air bersih dengan ukuran jerigan kurang dari 40 liter dijual Rp1.500 hingga Rp2.000, air bersih tersebut hanya digunakan untuk masak dan minum karena kebutuhan air lainnya mengandalkan air sumur.

Sutarno mengatakan, kebutuhan air bersih cukup tinggi, biasanya dalam satu hari terjual kurang dari 100 jerigan kini bisa mencapai 200 jerigen untuk pelanggan tiga perumahan, dirinya mengaku air yang dijual merupakan air bersih dari PDAM setempat.

“Air PDAM Kota Cirebon bersih dan sehat karena langsung didatangkan dari sumber mata air di pegunungan Ciremai Kabupaten Kuningan, meski kemarau panjang pasokan air bersih tetap aman,” Ungkap Sutarno.

Sementara, Kusnan penjual air keliling lainnya mengaku, memasuki musim kemarau omzet penjualan air meningkat hingga tiga kali lipat karena sumur milik warga perumahan Kalijaga dan sekitarnya debitnya menurun sehingga mereka mengandalkan pasokan air dari pedagang.

Ia menuturkan, sejak berjualan air kurang dari 12 tahun lalu omzet penjualan air pada musim hujan stabil namun jelang kemarau mulai terjadi peningkatan, air yang dijajakannya dikonsumsi untuk air minum dan kebutuhan memasak warga perumahan.

Keuntungan yang diperoleh cukup untuk menutupi kebutuhan keluarga dan menyekolahkan anaknya meski hanya tingkat Sekolah Menengah Umum, dirinya berharap omzet penjual air bertahan karena satu-satunya sumber penghasilan.

Menurut Muhamad, salah seorang warga Perumahan Taman Kalijaga, kebutuhan air bersih bagi sejumlah warga tetap mengandalkan pasokan dari penjual air keliling, karena air sumur kurang baik dikonsumsi sebagai air minun dan kebutuhan memasak.

Air sumur pada musim kemarau mengeluarkan bau tanah, selain itu debit airnya menurun bahkan banyak air sumur milik warga sudah mengering, sehingga mereka terpaksa membeli air jerigen. Meski harus mengeluarkan biaya tambahan cukup tinggi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *