Kebun Binatang Bandung Kembali di Buka Setelah Kematian Gajah Yani

Kebun Binatang Bandung aman dikunjungi wisatawan. Dari hasil pemeriksaan tim dokter Taman Safari, kondisi kesehatan hewan sehat. Hal yang harus menjadi prioritas pengelola adalah perbaikan sarana dan prasarana hewan.

Hal itu disampaikan Sekjen Persatuan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) Tony Sumampau di Kebun Binatang Bandung, Jalan Tamansari, Kamis (19/5/2016).

“Tim kita sudah bekerja, satu tim dokter hewan dari tanggal 11 hingga 17. Sudah ada reportnya dari survey yang dilakukan khususnya satwanya. Pada umumnya kondisi kesehatan hewan tidak ada masalah, tidak menakutkan untuk menularkan kepada pengunjung,” jelas Tony.

Hal yang harus menjadi perhatian pengelola adalah perbaikan fasilitas sarana dan prasarana hewan. Menurutnya kondisi kandang yang tidak layak, bisa membuat kondisi kesehatan hewan menurun.

“Kandang becek sehingga kelembapan tinggi, bisa berpengaruh terhadap paru-paru hewan atau kakinya terendam terus air, seperti kandang Zebra,” kata dia.

Dari hasil pengamatan selama sepekan, kata Tony, soal pakan hewan di Kebun Binatang Bandung tidak masalah. “Pakan bahkan berlebih. Ini yang harus diatasi nantinya, bagaimana alokasi pakan yang berlebih itu dipindahkan untuk perbaikan sarana dan prasarana kandang hewan,” tandasnya.

Karena itu, Tony mengimbau pengunjung tak khawatir datang ke kebun binatang, terutama berkunjung ke kandang gajah, meski memang tak bisa ditunggangi dulu untuk sementara. Pengunjung hanya bisa melihat dari jarak 50 meter.

“50 meter itu jarak standar karantina internasional. Aman lah,” tegasnya.

Soal kondisi kesehatan gajah, disampaikan lebih jauh oleh dokter hewan Taman Safari Bongot Huaso Mulia di tempat yang sama. Menurutnya dari hasil pemeriksaan koleksi darah gajah, menunjukkan fungsi beberapa organ gajah yang masih hidup bagus.

“Fungsi ginjal, hati, tidak ada kelainan, rangenya normal. Hematologi cukup baik, memang ada anemia, tapi itu bisa karena situasional, atau pas pengambilan darah kondisinya begitu. Tapi tidak ada menunjukkan gejala klinis yang membahayakan,” jelasnya.

Selain kumpulan gajah, tim dokter hewan juga memeriksa kesehatan hewan lainnya. Pemeriksaan dilakukan secara random. “Kita lihat dari visual. Seperti rusa yang dikatakan sebelumnya luka-luka kulitnya. Itu tidak bisa langsung dikaitkan dengan penyakit yang membahayakan,” kata Bongot. (sumber : news.detik.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *