Jelang Imlek Dodol Cina Sukabumi Mulai Diburu

Suarabandung.com – Kue Keranjang atau biasa dikenal dengan Dodol Cina ini menjadi salah satu buruan masyarakat menjelang perayaan imlek. Dodol yang memiliki rasa khas ini mengalami lonjakan cukup drastis terutama pada bulan ini.

Wajar jika kue yang mempunyai nama lain, Kue Ni Kwee ini menjadi sentra bisnis musiman yang cukup menjanjikan.

“Hampir setiap tahun memang selalu ada kenaikan, tahun kemarin pesanan mencapai 30 ton, saat ini hampir sebanyak 37 ton,” ujar Afat pemilik sekaligus pengelola industri rumahan Kue Keranjang, Bintang Rejeki, Kota Sukabumi, Selasa (13/2/2018).

Pemasaran dodol cina pun sampai ke daerah Bandung dan sekitarnya. “Peminatnya banyak, saya kirim tidak hanya untuk Sukabumi saja tapi juga Bandung,” ujarnya.

Pembuatan dodol cina sudah berdiri sejak pada tahun 1960 dan berlanjut hingga saat ini. Dengan berbahan dasar tepung kanji ketan dan bahan lainnya, Afat mempekerjakan sebanyak 10 orang pekerja untuk meracik bahan pembuatan kue dodolnya.

“Ini semacam penganan wajib saat perayaan imlek, pengerjaannya juga tidak sembarangan harus dijaga unsur tradisionalnya mulai dari meracik hingga membalut bungkusnya menggunakan keranjang bambu. Untuk proses pengukusan sendiri memerlukan waktu selama 24 jam, untuk semua proses ini saya memperkerjakan 10 orang,” ungkap Afat.

Nah, untuk 1 kilogram kue keranjang ia menjual seharga Rp 35 ribu, dalam satu hari bisa memproduksi hingga 1 ton.

“Eceran harganya beda, kita jual 18 ribu rupiah perbiji, pemasaran selain Bandung bisa ke Bogor dan Jakarta, untuk di kota sukabumi dikirim ke beberapa toko,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: