Ini Alasan Sopir Angkot di Bandung Protes Adanya Taksi Online

Suarabandung.com – Salah seorang sopir angkot Hengki mengatakan menolak pengoperasian taksi online lantaran belum memiliki izin dan taksi online tidak memiliki trayek layaknya angkutan pada umumnya.

“Mereka kan belum punya izin, masih diurus, kenapa masih beroperasi. Mereka juga enggak punya trayek seperti kami. Jadi sama saja penumpang kami diambil begitu saja,” ujar Hengki di Terminal Cicaheum, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Kamis (19/10/2017 lalu.

Ia mengatakan, taksi online juga masih berplat hitam dan belum berbadan hukum. Padahal, sambung dia, berdasarkan aturan, angkutan umum itu harus berpelat kuning.

“Kami kan berplat kuning, berbadan hukum dan uji KIR juga setiap 6 bulan sekali. Sedangkan mereka (taksi online) tidak, ini kan gak adil. Kami lebih banyak pengeluaran dibandingkan mereka,” ucap pria yang sudah menjadi sopir angkot selama 9 tahun.

Dia juga mengeluhkan tarif taksi online yang jauh lebih murah dibandingkan angkot. Dengan tarif yang relatif lebih murah itu, kata dia, tentunya konsumen akan beralih ke taksi online.

“Bayangkan saja dari sini (Cicaheum) ke Ledeng cuma Rp 30 ribu itu bisa 6 orang dalam satu mobil. Itu kan murah sekali. Pasti konsumen lebih milih itu lah, apalagi mobilnya bagus,” paparnya.

Ia pun meminta kepada Pemkot Bandung untuk tidak mengizinkan dulu taksi online beroprasi sampai perizinan dan administrasinya sudah terpenuhi.

“Kami minta kang Emil jangan dulu mengizinkan taksi online beroperasi sampai ada keputusan final (Permenhub),” Pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *